Keteladanan Perdana Menteri Inggris

thatcherAnda yang mencermati berita di media massa tentu mengetahui bahwa Margaret Thatcher wafat. Beliau adalah mantan Perdana Menteri (PM) Inggris (1979-1990) yang dijuluki “The Iron Lady”. Ini karena sebagai wanita ia memang keras dan tegas. Wanita bernama lengkap Baroness Margaret Hilda Thatcher, LG,OM,PC,FRS ini hingga kini adalah satu-satunya wanita yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri di Inggris. Ia juga wanita satu-satunya yang duduk di kursi parlemen pada tahun 1959. Pendeknya, ia bukan sekedar tokoh hebat yang dikenal di negaranya, bahkan juga di dunia.

Sebenarnya, apa yang ditunjukkan oleh Thatcher semasa hidupnya adalah sebuah keteladanan seorang pemimpin. Sosok kuatnya bukan menunjukkan arogansi, melainkan semata sebagai bentuk ketegasan. Bayangkan saja, memimpin sebuah negara maju seperti Inggris di tengah dominasi laki-laki, tentu memerlukan karakter “besi”. Dan itu adalah semacam “seni berpolitik”.

Thatcher juga tahu kapan saatnya harus mundur. Meski masa jabatannya belum usai, karena tekanan di internal partainya, pada tahun 1990 ia memilih mengundurkan diri dari jabatan PM Inggris. Kesehatannya terus memburuk sejak itu, apalagi sejak ditinggal wafat oleh suaminya Sir Denis Thatcher sejak 2003. Ia akhirnya wafat di The Ritz Hotel karena penyakit stroke yang dideritanya.

Cara Thatcher memimpin ini mengingatkan pada kepemimpinan Winston Churcill, PM Inggris semasa Perang Dunia II. Di masa-masa sulit itu, sang PM bersikap keras dalam memimpin. Karena kerasnya bahkan nyaris tidak ada sikap menentang yang diizinkannya Bukannya tidak demokratis, namun justru itu harus di saat-saat tertentu. Bayangkan kalau Churcill lembek saat menghadapi Nazi Jerman, bisa jadi negaranya bakal kalah perang.

Kini pun, PM Inggris David Cameron menunjukkan keteladanan serupa. Masyarakat mengenal kesederhanaannya. Hal ini antara lain dengan selalu naik kereta api dari rumah tinggalnya ke kantor PM di Downing Street number 10, London. Setiap hari lho. Bukan hanya pencitraan belaka dengan cuma sekali-kali “blusukan” atau “turun ke bawah” seperti kerap dilakukan beberapa orang pemimpin kita. David Cameron tak pernah mengundang jurnalis karena memang itu tindakan biasa sehari-hari yang dilakukannya. Tak ada istimewanya bagi yang bersangkutan. Tapi kita semua melihat kuatnya karakter yang bersangkutan.

Semoga saja kelak ada pemimpin kita yang mampu meneladani sikap hebat, kuat namun merakyat dari para PM Inggris itu. Dan insya ALLAH saya sudah memulainya, walau kini cuma untuk memimpin diri sendiri dulu… Bagaimana dengan Anda?

 

 

 

Sumber Foto: npr.org

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s