Mahalnya Dosa

Dinihari tadi, sambil mengerjakan sejumlah pekerjaan saya menyaksikan acara Sexophone di Trans TV. Dalam acara yang dipandu oleh Chantal Della Choncetta itu, ditayangkan liputan mengenai prostitusi berkedok karaoke.

Apa yang membuat saya terkejut adalah, ternyata untuk mendapatkan “jasa” para pemandu lagu tersebut, “client” harus merogoh kocek cukup dalam. Untuk apa yang disebut “short time” selama 2-3 jam, seorang “pemandu lagu” yang disamarkan identitasnya menyebutkan tarif mereka antara 500 ribu hingga 1 juta. Sementara untuk “long time” hingga jam 5 pagi –sekitar 6 jam- bisa 2,5 juta hingga 5 juta. Untuk yang “short time” saja, dalam semalam “bekerja” bila saat ramai seorang “pemandu lagu” bisa mendapatkan hingga 6 orang “client”. Bayangkan, penghasilannya bisa 3-6 juta semalam! Bila ia bekerja 20 hari saja sebulan, angka 30-60 juta niscaya tidak sulit diraup! Wow!

Bayangkan betapa kayanya germo atau mucikari mereka. Padahal di belakang mereka ada lagi “orang kuat” baik “boss” maupun “beking”-nya. Dan jelas mereka yang di “puncak piramida” inilah yang paling menikmati keuntungannya.

Tak heran, karena seperti saya tahu, peredaran uang di “red district” Jakarta yang berada di kawasan Kota bisa mencapai 3-6 milyar dalam semalam! Itu adalah angka gabungan dari “bisnis” tempat hiburan malam, minuman keras, narkoba dan prostitusi. Berarti kalau semua tempat semacam ini di seluruh Indonesia didata, angka omzetnya bisa jadi puluhan milyar semalam! Betapa menggiurkan!

Tak heran banyak orang terjebak -atau malah sengaja- masuk ke sana. Tidak hanya mereka yang “terdesak” secara ekonomi saja, tapi juga yang merasa “memiliki kesempatan” pun banyak yang “bermain”. Sebutlah seperti Hercules sang raja preman yang ditakuti di kawasan utara Jakarta.

Perputaran uang di “bisnis haram” itu membuat saya bergidik. Betapa untuk melakukan perbuatan dosa ternyata harganya amat mahal. Padahal, itu baru “harga di dunia”. Tidak terbayang mahalnya harga yang harus ditebus kelak bila jadi “bahan bakarnya neraka”. Naudzubillah min dzalik…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s