Lahir Baru

[Curcol alert! Jangan dibaca bila tak suka. Sangat subyektif dan sepihak.]

Hari ini tanggal penting bagi seseorang yang selama 7 tahun mendampingi saya. Dan saya harus meneguhkan hati untuk tidak melakukan persiapan apa pun dan memberikan hadiah apa pun kepadanya. Sulit sungguh. Tahun lalu, walau saya tahu ia sudah mulai “bermain api”, saya tetap menyiapkan hadiah istimewa. Hadiah yang baru bisa tersampaikan pada 7 Februari 2013 lalu. Karena meski dalam prakteknya yang bersangkutan mengkhianati kepercayaan saya, tapi saya tahu dari sisinya saya pun dianggap bersalah.  Bahkan, saya pribadi menganggap dalam hubungan kami, 99 % kesalahan ada di pihak saya.

Saya tahu, beberapa teman dan sahabatnya justru rajin membaca blog saya. Misalnya saat yang bersangkutan kebetulan berada di Tokyo saat Jepang dilanda gempa bumi pada bulan Maret 2011, beberapa sahabatnya justru memantau kabar yang bersangkutan dari blog saya ini.

Meski bukan public figure, kami berdua masing-masing cukup dikenal di dunia kecil (lebenswelt) kami. Apalagi beliau yang temannya sak hohah (bahasa Jawa slang, artinya buanyak buanget). Ia dikagumi banyak orang karena prestasinya yang moncer di kantornya. Dalam setahun, ia tiga kali naik pangkat. Tapi tak banyak yang tahu, di belakang wanita hebat itu ada saya yang “diinjak kepalanya”. Sayalah yang mencuci mobil dinasnya dan mengajarinya menyetir dari nol, sayalah yang mengurus pakaian kotornya, sayalah yang mencuci kakinya sepulang kantor dan menyiapkan air mandinya, saya jugalah yang mengerjakan berbagai pekerjaan lain termasuk membantunya menyelesaikan tugas-tugas kuliah S-2-nya. Bahkan, seusai “diminta mengundurkan diri” dari kantor lamanya (karena ia dituding menggelapkan uang perusahaan –yang kemudian tidak terbukti-, dimana saya bahkan menyiapkan pengacara untuk membelanya), sayalah yang mencarikan dan memasukkan lamaran ke kantor tempatnya bekerja saat ini. Ini sama dan sebangun dengan saat cinta pertama saya yaitu AMP (yang tanggal lahirnya cuma berbeda 4 hari dengan YPP) yang mana saya “habis-habisan” untuknya. Untuk AMP, saya misalnya bukan saja membayari kuliahnya selama tiga semester terakhir, tapi juga membuatkan 75 % skripsinya, juga mencarikan pekerjaan untuknya. See?

Jadi bagi teman-teman YPP (dan mungkin juga AMP) yang kebetulan membaca tulisan saya ini, meski detail kasusnya adalah rahasia privasi kami, namun believe me, both of her is not as good as their looks. Tapi terus terang, saya pun tidak sebaik yang terlihat. Saya ini bajingan. Dan hidup bersama saya sulit.

Saya justru melihat secara umum kasus kami mirip dengan Dedy Corbuzier dan Kalina. Saya ini introvert dan tidak suka bergaul. Sementara YPP meski juga introvert tapi sangat senang bergaul. Teman YPP (dan dulu juga AMP) banyak, sementara saya nyaris tak punya teman. Saya cuma punya kolega, partner bisnis dan kenalan. Sahabat sudah lama tak ada setelah saya kehilangan lima orang sahabat saya di SMA dan nyaris tidak pernah kontak dengan dua sahabat lainnya karena kesibukan masing-masing. Tapi saya mulai membuka hati untuk kedatangan sahabat lain yang tadinya adalah kolega dan partner bisnis.

Toh hari ini justru di tanggal kelahirannya, saya memutuskan untuk “lahir baru”. Saya bahkan tidak mengirimkan ucapan selamat dalam bentuk apa pun kepadanya. Padahal, barang-barang milik YPP masih ada satu kamar atau setara dengan satu mobil boks yang ada di saya. Dan kami berdua masih punya tanggung-jawab satu sama lain hingga beberapa tahun ke depan sesuai perjanjian hukum. Tapi yang bersangkutan sudah melenggang sana-sini dan gandeng sana-sini, padahal saya justru masih menghormatinya dengan tidak menjalin hubungan serius dengan siapa pun.

Saya memutuskan “lahir baru” dengan melangkah meninggalkan masa lalu. Dimulai dengan membuang kenangan tentang yang bersangkutan dari pikiran dan hati. Insya ALLAH. Tuhan memberkati. (Dan apabila Sang Maha Cinta berkenan menyatukan kami kembali pun, saya juga siap. Bukan kehendak kami yang jadi, tapi kehendak-Nya-lah yang jadi).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s