Kekasih Tuhan

Saya merasa Tuhan sangat sayang pada saya. Justru karena ia memberi cobaan begitu besar pada saya, namun di saat bersamaan membuka berbagai pintu dan jendela kehidupan. Ini lucu dan aneh. Cuma saya tidak mau riya’ seperti seorang motivator yang menyatakan “semua do’a saya selalu dikabulkan Tuhan.” Nope. Saya tidak. Do’a saya agar pasangan saya yang Kristen Protestan itu mau masuk Islam ditolak. Bahkan dia juga menolak solusi menikah beda agama dengan saya. Dalam keputusasaan saya, karena saya begitu mencintai beliau, saya sempat menyatakan “okelah, saya yang pindah agama” (Karena sebagai pemegang gelar pasca sarjana filsafat agama, saya rumongso tahu fiqh. Jadi merasa hukum agama bisa diakali). Tapi dia tetap menolak juga. Baru kemudian saya tahu alasan sebenarnya, justru dengan aneka fakta yang datang belakangan. Makanya saya bingung, saya yang merasa sebagai “anak bandel” kok ya malah disayang sih?

Kalau Anda sempat membaca tulisan “curcol” saya di paruh semester kedua tahun lalu, mungkin akan ingat bahwa saya begitu “galau” bukan semata karena soal cinta belaka. Tapi karena beliau adalah partner saya di perusahaan yang kami berdua dirikan. Pemegang saham cuma kami berdua, dan ada uang dalam jumlah tidak sedikit ditanamkan di sana. Jadi, saya kalang-kabut menyelamatkan perusahaan karena uang itu bukan cuma uang saya dan dia saja melainkan ada amanat dari orang lain. Karena ini bisa berimplikasi hukum, maka saya pun “berlari” untuk mengejar mantan pasangan saya yang sempat “melarikan diri” dan “menghilang”. Perusahaan pun terpaksa saya tutup sementara dan pegawai saya rumahkan sampai masalah hukum beres.

Tapi itu cuma satu versi. Sementara ada versi lain yang lebih pribadi tentang penyebab perpisahan kami. Sahabat saya yang seorang motivator sampai tercengang mendengar cerita saya (padahal itu juga belum semua). “Gile lu Bhay, jadiin novel aja. Kayak film banget!” begitu katanya. Dan memang insya Allah dua kisah cinta saya selama 2 X 7 tahun akan saya tulis sebagai novel. Do’akan saya ya LifeLearner. Minimal saya menulisnya dulu deh, karena saya tidak yakin bisa diterbitkan segera karena menyangkut nama-nama faktual yang ada dalam sejarah hidup kami berdua (eh, bertiga ding. Kan ada dua mantan? Hehe). Bisa-bisa ada tuntutan pencemaran nama baik. Karena beberapa nama itu figur publik. Tapi, yang penting ditulis dulu. Kuatir soal diterbitkan belakangan deh…

Kalau melihat judul tulisan saya, mungkin Anda akan mengira saya mengklaim diri sebagai “kekasih Tuhan”. Nein. Nggak lah yauw. Saya ini justru “hamba setan”. Betul. Karena begitu banyak perbuatan saya melawan-Nya. Misalnya ya itu tadi, sudah tahu “murtad” itu dilaknat, saya malah berniat.

So, siapakah kekasih Tuhan sebenarnya? Itulah istimewanya. Kita tidak tahu. Tapi biasanya ada semacam “tanda” khas. Apa itu? Justru mereka tersembunyi atau menyembunyikan diri. Orang-orang yang secara terang-benderang diklaim atau mengklaim diri kekasih Tuhan biasanya malah terkategori “kekasih Tuhan palsu”.  Mau tahu soal ini? Tunggu pekan depan ya….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s