Will Smith

will-smith-workout-regimenSalah satu aktor favorit saya adalah Will Smith. Pria bernama lengkap Willard Christopher Smith, Jr. ini adalah aktor yang sangat kuat. Ia mampu masuk ke dalam karakter yang diperankannya dengan begitu baik. Contohnya dalam film Ali (2001), karakternya terlihat natural sehingga Ali sendiri memujinya sebagai “saya di waktu muda”. Demikian pula dalam The Pursuit of Happynes (2006) dimana ia nyaris sempurna memerankan tokoh nyata Chris Gardner. Dalam film dengan karakter fiksi pun ia bermain apik seperti saat berperan sebagai Agent J di trilogi Men In Black atau Detective Mike Lowrey dalam dwilogi Bad Boys. Hampir semua karakter filmnya adalah sebagai protagonis alias sebagai pahlawan. Namun saya justru paling kagum pada karakter “abu-abu” bernama Paul yang dimainkannya dalam Six Degrees of Separation (1993). Di film itu, ia banyak melafalkan dialog panjang dengan kekuatan akting handal. Sebabnya, film itu sendiri praktis sebagian besar dilakukan di satu ruangan saja dan tanpa efek khusus digital. Saya rasa mirip drama di era TVRI dulu, tapi minus bosannya. Itulah hebatnya. Di film yang “full ngomong” itu, Will Smith mampu “memantek” penonton untuk menyimak.

Saya sempat gembira juga saat terbetik kabar ia masuk Islam ketika sedang membuat film Ali. Tapi tidak ada kabar pasti mengenai hal ini. Will sendiri bungkam soal ini walau ia berkali-kali membela Islam terutama dalam kaitan peristiwa serangan 11 September 2011. Seperti kita tahu, di dunia barat, masalah agama adalah ranah privat yang tak perlu dibicarakan bila yang bersangkutan merasa tidak perlu.

Bagi saya, itu tidak penting. Aktor ini menunjukkan satu hal yang penting dalam dunia seni peran, yang sejatinya bisa ditiru siapa pun di pekerjaan apa pun. Dalam hal ini, saya melihat ia adalah seorang yang tekun, gigih, ulet, pantang menyerah dan mau bekerja keras. Belum lagi sifat profesionalismenya. Untuk memerankan Muhammad Ali misalnya, ia harus berlatih keras secara fisik terutama untuk membentuk tubuh sebagai petinju. Meskipun ia ganteng, tapi pekerjaannya sebagai aktor “nggak cuma modal tampang doang”.

Saya sendiri baru tahu bahwa sebelum menjadi aktor ia adalah seorang penyanyi, tepatnya rapper. Bahkan karirnya di dunia musik bisa dibilang mengkilap. Ini antara lain dibuktikan dengan peraihan empat Grammy Awards atas namanya. Ia justru beralih ke dunia film bukan karena aji mumpung seperti para artis kita. Tapi justru karena ia nyaris bangkrut disebabkan tunggakan pajak sebesar US$ 2,8 juta yang belum dibayarkannya. Di saat itulah Tuhan menolong dengan dikontraknya ia sebagai bintang utama serial televisi The Fresh Prince of Bel-Air (1990-1996) oleh stasiun televisi NBC. Bahkan kehidupan masa kecilnya pun dilanda cobaan saat orangtuanya berpisah saat ia berusia 13 tahun dan kemudian bercerai.

Kemampuan mengatasi masalah inilah yang saya coba teladani. Meski dari luar “terlihat enak”, tapi jelas sekali kehidupan asli Will Smith tidaklah semulus filmnya. Kini, sejak dini ia telah membawa putranya untuk turut berakting. Bagusnya, sang putra memang berbakat dan sekali lagi tidak seperti di dunia perfilman kita yang dimana cukup banyak yang nepotisme belaka. Bisa jadi ini agar sang putra tidak bernasib seperti dirinya di waktu kecil. Dan itulah satu lagi tanda, bahwa sebagai manusia Will Smith memang pantas dikagumi.

Foto: celebrityfitnesstraining.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s