Kesombongan

Dari ke-99 sifat yang dijadikan Nama Tuhan dalam Islam, semuanya baik dan boleh dipakai oleh manusia. Malah, kita diharuskan meniru dan meneladani sifat itu. Misalnya pemurah, penyayang, adil, atau baik. Tak heran banyak pula manusia yang menamakan anaknya dengan nama-nama Tuhan. Contohnya, Aziz (Maha Gagah Perkasa), Halim (Maha Penyantun), Jabbar (Maha Berkehendak), atau Muhaimin (Maha Memelihara).

Akan tetapi, ada pengecualian khusus. Hanya ada satu sifat yang sama sekali tak boleh dipakai oleh manusia. Itulah Al-Mutakabbir. Kata ini bisa diartikan sebagai Yang Maha Memiliki Kebesaran. Namun secara etimologis, kata ini bermakna Yang Maha Sombong.

Betul.

Apa coba yang tak dimiliki Tuhan?

Anda punya emas? Berapa? 1 ton? Sadarkah Anda, bahwa semua emas itu sejatinya milik Tuhan? Yang Anda beli itu cuma ilusi. Karena uang pun sebenarnya cuma ilusi. Ilusi kepemilikan. Padahal sejatinya itu cuma peminjaman belaka.

Bayangkan tsunami, gempa bumi, angin taufan, atau apa pun bencana alam lain. Siapa menyangkal itu kuasa Tuhan? Kalaupun ada yang ateis, paling tidak ia akan bilang itu kuasa alam. Intinya, itu bukan milik manusia mana pun. Apa ada paten atas tsunami?

Nah, saat itu terjadi, apa yang bisa dilakukan manusia? Sekaya apa pun Anda, sehebat apa pun Anda, kalau pas ndilalah di saat kejadian Anda ada di lokasi, apa yang bisa menghindarkan? Sekali lagi, cuma keajaiban. Dan itu datangnya dari kehendak Tuhan jua. Apakah kalau terjadi tsunami, lantas airnya menghindar dan bilang “Oh, ini Pak Bupati, jangan dikenain deh. Yang itu orang kaya, juga jangan kena.” Apa begitu?

Tentu tidak. Justru “orang-orang pilihan” yang diselamatkan. Bisa orang suci, bayi yang masih suci, atau justru mereka yang hendak disucikan sebagai contoh. Bahkan manusia beserta jiwa dan tubuhnya adalah milik Tuhan juga. Demikian juga segala apa yang ada di alam raya ini. Tidak hanya yang ada di Bumi, tapi juga di seluruh galaksi di penjuru langit yang mahaluas.

Semua itu menunjukkan betapa berhak Tuhan menjadi Maha Sombong. Apa yang tidak digenggam-Nya?

Karena itu pikirkan baik-baik. Kalau maut saja perlu dikalahkan-Nya, maka sebenarnya ada satu masa di mana maut tidak dalam kekuasaan-Nya. Apalagi kalau neraka ternyata adalah kerajaan setan, berarti ada sesuatu yang tidak dikuasai-Nya. Apakah itu mungkin? Itu mustahil bagi Tuhan Yang Maha Kuasa. Tuhan Raja Diraja Maha Pemilik dan Penggenggam Segala. Tuhan Yang Maha Sombong.

Karena itulah kita manusia dilarang punya setitik pun kesombongan. Ada satu hadits Nabi yang menerangkan:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud r.a., bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (Hadits riwayat Muslim no. 91. Shahih.)

Saya lantas teringat pada ucapan karakter sang setan John Milton (diperankan oleh Al-Pacino) di akhir film Devil’s Advocate (1997) : “Kesombongan adalah dosa favoritku!” Jadi, hati-hatilah dengan kesombongan. Semoga saya pertama-tama harus selalu ingat pada hal ini karena saya ini justru biangnya sombong. Astaghfirullah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s