Bisa! Gak Ada Alasan!

Kemarin, saya bertemu kawan lama saya Alamsyah yang akrab dipanggil Isa. Ia adalah penulis buku No Excuse! dan suami dari penulis kenamaan Asma Nadia. Sewaktu saya menjadi mahasiswa baru di Fakultas Satra Universitas Indonesia, dia adalah Ketua Senat Mahasiswa Fakultas saya.

Pertemuan itu memang dalam rangka bisnis, tapi tentu saja sebagai kawan lama kami ngobrol ngalor-ngidul. Apalagi beliau kenal dengan cinta pertama saya AMP, karena pernah bekerja di profesi yang sama. Tentu saja terjadi “curcol” dan keluarlah kisah-kisah lama.

Tapi di titik ini, saya sudah sampai pada situasi dimana saya justru bersyukur pada apa yang telah terjadi. Tidak ada rasa sesal lagi selain merutuki kebodohan diri membuang-buang waktu. Terus-terang, saya ditertawakan kenapa “terlalu baik”. Tapi saya tahu, saya tidaklah sebaik itu. Saya justru dianggap tak pantas dan tak layak, baik oleh AMP atau YPP. Di satu saat dalam hidupnya, mereka menganggap saya sampah. Walau justru banyak sekali saksi yang kalau saya jadi “orang” bisa diwawancarai bahwa saya justru berjasa pada hidup mereka.

Lupakan soal jasa. Justru itu yang saya sedang belajar. Sulitnya saya ikhlas karena mengharapkan balas jasa.

Isa Alamsyah-No ExcuseDan malam ini, kembali saya membuka-buka buku karya kawan lama itu. Sebagai seorang yang pernah mengenyam pengalaman panjang, kini ia justru mundur ke belakang. Memberi jalan pada istrinya menjadi lebih hebat. Bagi Anda yang belum tahu, Asma Nadia adalah penulis 47 buku yang hampir semuanya terjual ribuan copy (cek di Google deh kalau gak percaya, hehe). Bahkan ada bukunya yang juga sudah difilmkan dan cukup sukses, antara lain Emak Ingin Naik Haji (2011). Honestly, saya sebenarnya ingin ada di posisi Isa. Mendorong pasangan supaya maju ke panggung dan berkilau, sementara saya sendiri cukup di “belakang meja”.

Tapi dua kali terjadi, saat dua wanita yang tadinya saya cintai berkilau, saya diinjak dan dibuang. Luar biasa! Makanya, salah satu nasehat Isa adalah: “Jangan jadi orang baik!” Itu adalah inti dari bukunya yang akan terbit: “Don’t Be Nice!”

Terlepas dari baik atau tidak baik (dan konsep itu sendiri debatable), saya justru tertantang pada apa yang dikatakannya di buku “No Excuse!” Di buku itu, dituliskan contoh-contoh orang hebat yang mengabaikan celaan, hinaan bahkan makian dari orang lain. Mereka benar-benar fokus pada tujuan dan mengabaikan kerikil di perjalanan hidupnya. Efeknya, tentu saja kesuksesan yang kemudian patut diteladani orang lain.

Bahkan, ada yang jalan hidupnya berbelok, namun justru sukses di rute yang semula tidak diinginkannya. Saya jelas teringat kembali pada Bilbo Baggins dalam film The Hobbit: Unexpected Journey yang saya tonton beberapa hari lalu (dan juga sudah saya tulis hikmahnya). Seringkali, kita harus berani menempuh jalan tak terpetakan dan tidak semata mengambil jalan hidup yang kita inginkan saja.

Salah satu contoh sukses ini adalah August Parengkuan. Bagi yang belum tahu, dia adalah Presiden Direktur TV 7 sebelum diambil alih oleh Transcorp dan berubah menjadi Trans7. Ia berhasil mencapai puncak karir sebagai jurnalis itu, meski cita-citanya bukanlah di bidang ini. Dituliskan oleh Isa di halaman 66, bahwa August semula berkeinginan menjadi tentara, namun ibunya tidak mengizinkan. Saat akan menjadi diplomat dan mendaftar di Akademi Kedinasan Luar Negeri, ternyata malah perguruan tinggi milik Departemen Luar Negeri RI itu ditutup. Maka, saat harian Kompas hendak diterbitkan di tahun 1965, ia melamar sebagai wartawan dan diterima. Meskipun cuma lulusan SLTA, ternyata ia kemudian mampu menjadi pimpinan membawahi wartawan-wartawan yang lulusan S-1 bahkan S-2.

Semua itu menunjukkan, halangan bahkan salah arah dalam hidup tidak menghalangi kesuksesan. Kuncinya adalah ikhlas dan tawakal. Tentu setelah berdo’a, berikhtiar, ditambah tekun, sabar, tabah dan terus memperbaiki diri.

Insya ALLAH bisa! Gak ada alasan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s