Insomnia

Saya memang didera insomnia sekitar dua tahun belakangan. Dan penyakit ini menyebalkan karena sebenarnya secara fisik saya letih, tapi mata tak mau terpejam. Seperti pernah saya tulis, muaranya adalah masalah psikologis dan beban pikiran. Suatu kondisi “tidak damai” atau tepatnya “tidak berdamai dengan diri sendiri”.

Malam ini, sambil mencoba memperbaiki beberapa situs saya yang lalai saya pelihara, saya menemukan sebuah film di deretan koleksi VCD/DVD saya. Film ini judulnya sama dengan penyakit susah tidur tadi: Insomnia yang dirilis tahun 2002. Film ini belum begitu lama tapi memang tak laku di pasaran. Padahal pemerannya cukup beken: Al Pacino, Robin Williams dan Hillary Swank.

Film ini justru bukan film tentang “berjalan dalam tidur” atau semacamnya, tapi justru film suspense tentang pembunuhan. Alurnya lambat seperti drama sehingga memang membosankan bagi penyuka film action atau war. Kalau Anda pernah menyaksikan film-film Alfred Hitchock, kira-kira seperti itulah. Bahkan bagi saya Hitchock masih sedikit lebih seru.

Saya punya ratusan judul film dalam koleksi saya. Andaikata saat putus dengan AMP saya tidak memberikan puluhan koleksi saya (tuh, saya baik kan? hehe), niscaya akan lebih banyak lagi. Apalagi sekarang dengan naiknya kelas menengah film-film yang dikemas dalam format VCD dan DVD cepat habis. Tentu yang masih banyak cuma Blu-Ray karena mahal. Sehingga, banyak film yang saya koleksi dulu sudah sulit saya dapatkan lagi.

Dan menonton film bahkan hingga berkali-kali adalah salah satu hobby saya. Film baru selalu di bioskop, dan film bagus saya selalu beli yang original. Tapi terkadang juga film-film obralan. Tentu saja saya juga punya DVD bajakan. Indonesia memang surganya kalau soal ini. Konon, kita adalah negara pembajak nomor satu di Asia Tenggara dan nomor tiga di Asia setelah China dan Hongkong. Kita tahu istilah populer “KW” untuk menunjukkan tiruan. Kepanjangannya “kwalitas”, nomor satu berarti bagus. Biasanya paling pol KW-4 saja.

Ini saya kok ngalor-ngidul ya? Yeah, namanya juga insomnia. Asal tulis deh jadinya.

Tapi intinya, insomnia itu menyebalkan. Walau saya kini sudah bisa mengatasinya, tapi malam ini saya terpaksa begadang karena ada “side job” yang belum tuntas. Hutang saya terhadap nama baik saya sendiri. Bukan sekedar uang yang saya cari di sini, tapi kepercayaan.

Jadi, untuk beberapa bulan ke depan, tampaknya pola hidup saya masih akan seperti ini. Siang-malam bekerja. Apalagi kemarin di hari Senin saya baru saja menerima kabar buruk tentang kondisi orangtua saya. Dan saya musti bekerja lebih keras lagi agar bisa mendapatkan uang tambahan. Do’akan saya kuat ya LifeLearner. Kunjungan dan komentar Anda ke blog ini saja sudah sebuah penguat bagi saya kok 🙂

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s