Habibie & Ainun

Anda sudah menyaksikan film Habibie & Ainun? Film ini fenomenal bukan karena Presiden SBY bahkan menyempatkan diri menontonnya,tetapi jumlah penontonnya sudah melebihi 2 juta orang dalam 14 hari tayang. Fenomena yang mirip dengan saat Ayat-ayat Cinta diputar seperti terulang, walau skalanya saya lihat lebih kecil. Penonton berbagai generasi dan golongan yang jarang terlihat di bioskop menyempatkan diri menonton. Antrean panjang terlihat mengular, bahkan tadi malam pun saya lihat penonton masih penuh bahkan hingga midnight show.

X-Banner film Habibe & Ainun saat premiere

X-Banner film Habibe & Ainun saat premiere

Saya sendiri menyukainya karena jalinan ceritanya yang romantis. Alih-alih secara kaku menceritakan bagaimana biografi seorang Bacharuddin Jusuf Habibie muda yang kemudian bahkan menjadi Presiden Republik Indonesia, film ini justru memfokuskan pada kisah cintanya dengan Ainun. Suatu pemilihan fokus yang sangat bagus dari sutradara Faozan Rizal dan duet produser Dhamoo-Manoj Punjabi.

Hasri Ainun ternyata adalah cinta pertama dan terakhir B.J. Habibie. Lelaki yang dipanggil Rudy tersebut bertemu kembali dengan kawan SMP-nya tersebut di Bandung. Kisah selanjutnya? Silahkan saksikan sendiri. (selain saya juga akan mengulasnya di situs Resensi-Bhayu yang kini sedang saya perbaiki).

Walau bagi saya pribadi Reza Rahardian tampak terlalu tinggi bagi sosok Habibie, tapi aktingnya piawai. Bahkan ia mampu meniru cara berjalan B.J. Habibie yang khas, juga cara bicaranya. Sementara Bunga Citra Lestari pun tampak mampu mengimbangi Reza walau jam terbangnya sebagai aktris lebih sedikit.

Apa yang saya pelajari dari film ini adalah bahwa sebuah cita-cita harus diperjuangkan. Ainun yang semula sering diledek Rudy, bukan hanya jatuh cinta pada sosok seorang lelaki pendek yang brilyan, tapi justru jatuh cinta pada visi besar dan cita-citanya. Ia seolah beriman bahwa lelaki tersebut akan menjadi seorang yang berkontribusi besar bagi bangsanya.

Honestly, saya iri pada mereka berdua. Kehidupan mereka benar-benar sebuah keluarga yang sakinah-mawaddah-wa rahmah. Till death do their part, their  true love still shining. Mereka berhasil menemukan dan menjaga cinta sejati mereka hingga kematian memisahkan mereka. Kita lihat bagaimana terpukulnya seorang Prof.Dr.Ing. B.J. Habibie saat belahan jiwanya dipanggil oleh ALLAH SWT. Padahal, sebagai menteri yang kemudian menjadi presiden, ia tak pernah goyah oleh kritikan bahkan caci-maki sekalipun. Demonstrasi ribuan massa pun tak membuat lelaki berpostur kecil ini takut. Tapi lihatlah bagaimana jiwanya tergoncang saat seorang yang menjadi sandaran dan andalannya seumur hidup pergi.

Tidak semua orang yang berhasil menikah berhasil menemukan cinta sejati mereka. Islam tidak mengimani bahwa yang menjadi pasangan hidup (suami/istri) kita sejatinya adalah jodoh kita. Dalnm Islam tidak ada ayat suci yang menyebutkan “apa yang sudah disatukan Tuhan tak boleh diceraikan manusia”. Karena itu Islam memperbolehkan perceraian, walau disebutkan ini tindakan halal yang dibenci Tuhan.

Namun, Rudy dan Ainun berhasil menemukan cinta sejatinya. Satu hal yang hingga kini belum berhasil saya pertahankan. Saya pernah dua kali menemukan cinta yang saya kira sejati, tapi gagal saya pertahankan. Setidaknya, menyaksikan film ini saya percaya lagi pada kekuatan cinta dan cita-cita. Padahal, ini sempat pupus selama setahun terakhir. (curcol lagi deh, hehe).

So, bagi LifeLearner, silahkan berbondong-bondong ke bioskop untuk menontonnya. Suwer, saya tidak dibayar sepeser pun oleh MD Pictures untuk mempromosikan film ini. Tapi memang film ini sangat layak ditonton, agar kita sebagai warga Indonesia mampu meneladani jejak-langkah salah satu putra terbaiknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s