Proses vs Hasil

Seringkah Anda menghadapi situasi upaya kita ternyata tidak membuahkan hasil seperti diharapkan?

Apa perasaan Anda?

Kecewa?

Marah?

Sedih?

Saya sendiri seringkali mengalami hal semacam ini. Bahkan, apa yang sepertinya sudah “di ambang kemenangan”, ternyata malah berbalik menjadi sebuah kekalahan. Bak kata pepatah: “mau untung, malah buntung”.

Bagaimana cara penyikapan yang terbaik?

Saya pernah mendapatkan kisah sederhana. Ada tiga gelas besar berisi air panas. Di gelas pertama ditaruh telur, di gelas kedua dicemplungkan kacang panjang, dan di gelas ketiga diseduhlah teh. Sekitar 15 menit kemudian, telur menjadi matang, kacang panjang pun matang, dan teh teraduk sempurna. Apa maksudnya? Air panas adalah situasi yang kita hadapi, sementara ketiga benda yang diletakkan di dalamnya adalah cara kita menyikapinya. Telur berarti kita menjadi keras seperti memang telur yang semula cair menjadi keras. Sementara kacang panjang malah layu karena matang. Dan teh tercampur dengan air dan menjadi wangi, mewarnai air panas yang semula bening.

Jadi, dalam menyikapi kegagalan kita meraih hasil, kita bisa menjadi keras, menjadi lembek, atau memahami situasi dan berupaya melebur agar ia selesai dengan “harum”.

Di samping itu, harus diingat bahwa setiap yang kita kerjakan tak pernah sia-sia sebenarnya. Di dalamnya ada yang namanya proses. Dari situlah kita bisa belajar banyak. Seperti konon pernah diucapkan Thomas Alva Edison saat berupaya menemukan lampu pijar: “Saya bukan gagal membuat lampu pijar, tapi saya hanya menemukan 1.000 cara membuat lampu pijar yang tidak menyala.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s