Andaikan Waktu Bisa Diputar Kembali

Seringkali saya berkhayal, andaikata film Inception (2010) benar, tentu asyik. Kita tinggal bunuh diri dan masuk ke tingkatan kesadaran berikutnya karena dunia kita ternyata mimpi. Film Matrix (trilogi, 1999, 2003) juga mengusung tema serupa. Dunia yang kita diami sebenarnya hanya matriks rekayasa teknologi informasi belaka dari mahasuperkomputer yang telah menguasai manusia. Film box office ini celakanya juga telah ‘menginspirasi’ banyak remaja terutama di Amerika Serikat untuk bunuh diri agar ‘terbangun’ di ‘dunia nyata’.

Dalam kondisi kesulitan menghadapi masalah hidup, seseorang bisa terjatuh dalam kondisi kejiwaan yang disebut “depresi”. Ini mengerikan karena cuma dua langkah lagi dari kondisi “schizophrenia” yang dalam istilah awam disebut “gila”. Memang bila tidak dipulihkan segera, mereka yang terkena depresi cuma akan berujung pada dua hal: gila atau bunuh diri.

Sayangnya, pilihan kedua dipastikan oleh agama cuma akan berujung pada penyesalan. Berharap lepas dari kesulitan di “dunia yang ini”, justru akan tercebur di “penderitaan abadi” yang menunggu di “dunia lain”. Nasib ini juga dialami oleh mereka yang menolak kebenaran Tuhan dan mengikuti petunjuk-Nya selama di dunia. Mereka menyesal mengapa tidak melakukan perintah-Nya dan meminta dikembalikan ke dunia. Hal ini seperti diingatkan dalam Al-Qur’an mulia, dimana para penghuni neraka berdo’a:

‘.. Ya Rabbku,  kembalikan aku (ke dunia), agar aku berbuat amal saleh terhadap apa yang  telah kutinggalkan (dahulu) .. ‘ (Al-Mukminun 99-100).

Tentu saja do’a itu sia-sia belaka. Karena bagi agama wahyu (samawi), waktu berjalan secara linear (garis lurus) dan bukan siklik (berputar). Tentu kita saat ini tidak bisa membuktikan mana yang benar. Toh, bagi mereka yang percaya adanya reinkarnasi sekali pun tetap saja percaya adanya karma atau balasan. Kalau di kehidupan yang ini kita gagal menjadi “orang baik”, niscaya kelahiran kembali kita akan mewujud menjadi tataran kehidupan yang lebih nista.

Bila kita berbuat kesalahan dalam hidup, apalagi yang fatal, tentu kita berharap andaikan waktu bisa diputar kembali. Tapi nyatanya tidak. Dan kita harus tetap melangkah maju, betapapun sulitnya itu… Percaya saja, bahwa Tuhan selalu baik dan akan menolong hamba-Nya yang bersandar kepada-Nya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s