Habibie Dihina Mantan Menteri Malaysia

170232_utusanmalaysiahabibie

Tak dinyana, tiada hujan tiada angin, tiba-tiba ada sebuah media Malaysia mengecam Presiden ketiga Indonesia, B.J. Habibie. Media itu bernama Utusan, yang dikenal sebagai “corong kerajaan”. Terlebih, tulisan itu muncul dalam tajuk rencana yang bisa dianggap sebagai “suara resmi redaksi”. Tulisan menghebohkan itu berjudul “Persamaan BJ Habibie dengan Anwar Ibrahim” dan ditulis oleh mantan Menteri Penerangan Malaysia, Zainudin Maidin.

Dalam tulisan yang muncul kemarin, penulis  Zainuddin menggambarkan Habibie sebagai sosok egois, memualkan, serta pengkhianat bangsa. Tulisan ini terkait kedatangan Habibie untuk memenuhi undangan bertemu Anwar Ibrahim. Seperti diketahui, mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia itu kini menjadi “musuh negara nomor satu” di Malaysia. Itu karena ia menjelma menjadi pemimpin oposisi berpengaruh. Dituliskan oleh Zainudin “Presiden Indonesia ketiga, Bacharuddin Jusuf Habibie yang mencatatkan sejarah sebagai Presiden Indonesia paling tersingkat, tersingkir kerana mengkhianati negaranya, telah menjadi tetamu kehormat kepada Ketua Umum Parti Keadilan Rakyat Anwar Ibrahim baru-baru ini. Beliau diberikan penghormatan untuk memberi ceramah di Universiti Selangor (Unisel).” Bahkan, Zainudin menyebut Habibie sebagai “dog of imperialism”.

Tidak penting saat Pemilu kita mencoblos siapa (atau partai apa), namun sejarah mencatat Prof. Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie adalah Presiden ketiga kita (atau keempat kalau Presiden PDRI Sjafruddin Prawiranegara dihitung). Kita sebagai bangsa Indonesia harus menghormatinya. Bahkan saya sebagai orang yang mengkritisi Presiden SBY pun dalam posisi membelanya apabila ia dihina oleh bangsa lain. Karena inilah nasionalisme. Inilah rasa kolektivitas sebagai bangsa.

Tulisan ini pun ditanggapi oleh Anwar Ibrahim. Hari ini di laman blognya (anwaribrahimblog.com) ia menuliskan: “Tulisan Zainudin Maidin sememangnya diketahui dangkal (mediocre) dan beliau mewakili sosok elite UMNO yang berprasangka keji terhadap negara Indonesia.”  Menurut Anwar, tulisan itu tidak mencerminkan pandangan rakyat Malaysia. Ia menambahkan, “”Zainudin adalah sosok angkuh (arogan) dan rasis yang merupakan salah satu  penyebab tercetusnya krisis bilateral.”

Beberapa tokoh Indonesia seperti anggota DPR dan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa pun bersikap serupa. Namun, mereka juga menggarisbawahi itu tulisan pribadi, bukan sikap resmi pemerintah Malaysia. Sementara B.J. Habibie, menurut orang dekatnya seperti Ahmad Watik Pratiknya dan Dewi Fortuna Anwar malah santai menanggapi hal itu. Melalui account Twitter @habibiecenter juga keluar pernyataan “when s”one insults u,take it as a compliment that they spend so much time thinking abt u, when u don”t even think abt them”. Menurut saya, ini sudah tanggapan yang cukup bagi tulisan berkualitas rendah seperti itu. Tak perlulah kita sampai mengirimkan surat resmi karena itu cuma tulisan mantan menteri yang kini cuma jadi orang biasa. Tapi, tetap perlu sebuah tanggapan bernada keberatan di media massa kita, bahkan kalau perlu di media massa Malaysia. Gunakan hak jawab seperti lazim berlaku di negara demokratis. Itu saja cukup.

Foto: detik.com

One response to “Habibie Dihina Mantan Menteri Malaysia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s