Dimensi Dunia

Di akhir tahun 2012 ini, saya kok merasa ingin sekali membicarakan mengenai dimensi. Ya. Dimensi  dari dunia besar yang kita diami bersama ini. Dunia sebenarnya bukan hanya planet kita. Universe is not earth only. But the whole thing under the sky.

Sebenarnya, sampai sekarang manusia belum mampu menjelajahi alam raya. Dunia yang kita diami bukan hanya bersama sesama manusia, tapi juga kemungkinan besar makhluk lain di planet lain.

Dimensi sebagai sebuah konsep ilmiah adalah milik fisika dan matematika. Ia merupakan satu bentuk bangun ruang untuk menjelaskan mengenai keberadaan suatu obyek. Matematika mengenalnya dalam bentuk koordinat. Dan dunia kita maksimal hanya punya tiga dimensi: panjang, lebar dan tinggi. Ini dikenal sebagai sistem koordinat Cartesius dalam matematika. Dimensi lebih dari tiga cuma ada di teori. Seperti halnya teori fisika 4 dimensi ruang-waktu yang disebut ruang Minkowski, dimana melibatkan waktu tak tentu atau biasa disebut relativitas umum. Sementara fisika kuantum bahkan menghipotesiskan ruang tak hingga. Sekedar menyebutkan, ada teorema yang disebut Superstring theory (10 dimensi), M-theory (11 dimensi) atau Bosonic string theory (26 dimensi).

tesseractDalam matematika, ada pula teori yang lebih komprehensif yang disebut dimensi Hausdorff. Satu contoh bangun-ruang 4 dimensi yang terkenal adalah apa yang disebut dengan “tesseract” (lihat gambar di samping). Namun, ternyata teorema tentang adanya dimensi melebihi tiga justru kembali ke pemikiran filosofis dari Rene Descartes, seorang filsuf yang juga matematikawan. Ini diawali dari keraguannya pada realitas yang kita hadapi dan bagaimana membedakannya dengan dunia mimpi (soal ini akan dibahas besok). Karena saya bukan ahli fisika atau matematika, maka saya tak kompeten menjelaskan soal berbagai teorema ini lebih jauh.

Saya sendiri karena dianugerahi kelebihan sebagai seorang “indigo”, mengetahui bahwa sebenarnya dunia yang kita diami ini memiliki semacam “lapisan”. Ada “dunia lain” di balik dunia yang kita diami. Walaupun sangat sulit dibuktikan dan bahkan psikologi mencapnya semata sebagai ilusi, halusinasi bahkan delusi, namun adanya hal-hal tak terjelaskan dalam dunia kita justru meneguhkan keberadaannya. Namun, lagi-lagi masalah kompetensi keilmuan membatasi saya menjelaskannya.

Dimensi selalu meruang dan mewaktu. Karena memang dimensi sangat terikat padanya. Masalahnya, apakah dimensi yang kita kenal berlaku hanya di Bumi atau di seluruh alam raya? Mengingat jarak dari ujung satu ke ujung lain galaksi kita, Bima Sakti (the Milky way) saja jutaan tahun cahaya, berapakah sebenarnya luas dimensi alam semesta raya ini? Bisa jadi berderet-deret angka nol tahun cahaya, yang bahkan lebih banyak deret nol lagi bila dalam satuan ukuran seperti mil.

Karena itu, saya cenderung pada posisi tidak membatasi diri. Meski saat ini kita cuma mengenal tiga dimensi di Bumi di ruang dan waktu kita yang ini, bisa jadi ada dimensi lain. Itu berarti ada pula dunia lain selain dunia kita. Kalau dalam Islam, kalimat yang tepat untuk mewakili adalah: Wallahu ‘alam bishawab, cuma ALLAH yang tahu kebenarannya.

Ilustrasi: logic-alphabet.net

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s