Calon Presiden 2014

Kemarin sore, Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengumumkan 18 tokoh Indonesia yang dijuluki “tokoh berkualitas untuk calon presiden tahun 2014”. Mereka adalah hasil saringan dari 24 tokoh yang dinilai. Mereka yang tidak lolos termasuk Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum, Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar,  Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto dan Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sutiyoso.  Mereka tidak lolos –menurut Burhanuddin Muhtadi- karena skornya di bawah 60.

Meski subyektif dan masih bisa diperdebatkan, mengingat ini survei politik yang dijalankan dengan kaidah ilmiah, tentu hasilnya bisa dipertanggungjawabkan. Ada sejumlah nama yang masuk dalam pantauan LSI. Dari ketua umum partai politik ada Megawati (PDIP), Hatta Rajasa (PAN), dan Ketua Umum Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto. Ada pula tokoh partai namun bukan ketua umum seperti Puan Maharani (putri Megawati, Ketua Bidang Politik dan Antarlembaga PDIP), Hidayat Nur Wahid (mantan Presiden PKS dan kini Ketua Fraksi PKS di DPR), serta pendiri Partai Nasdem Surya Paloh.  Ada pula nama-nama tokoh yang kini tidak menduduki jabatan di parpol seperti Jusuf Kalla, Mahfud MD, Dahlan Iskan, Kristiani Herawati Yudhoyono, dan Sri Mulyani Indrawati.

Ada lima hal yang dijadikan kriteria penilaian oleh LSI. Pertama, mampu memimpin negara dan pemerintah. Kedua, tidak melakukan atau diopinikan melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme atau suap. Ketiga, tidak melakukan atau diopinikan melakukan tindak kriminal atau pelanggaran hak asasi manusia. Keempat, jujur, amanah, atau bisa dipercaya. Dan kelima, mampu berdiri di atas semua kelompok atau golongan.

Tentu saja, semua itu sekali lagi sangat subyektif. Bisa jadi Presiden RI di 2014 adalah pribadi yang tidak masuk pantauan radar. Ini seperti halnya kejatuhan Soeharto pada 1998 yang di luar perkiraan banyak pengamat dan ahli. Atau malah bisa jadi ada kejutan menjelang 2014 dimana kondisi Indonesia mendadak tidak stabil.

Walau begitu, saya sendiri berharap ktia bisa melalui transisi demokrasi ini dengan aman. Siapapun yang terpilih sebagai presiden, hendaknya yang mengedepankan rakyat daripada golongannya. Menurut hemat saya, hampir semua nama yang disebutkan di atas masih sulit disebut “pembela rakyat”. Paling-paling hanya Mahfud MD yang cukup netral. Sri Mulyani Indrawati yang sedang bertugas di Amerika Serikat sebagai Managing Director World Bank malah sudah mempersiapkan partai politik. Semoga saja Pemilu 2014 berlangsung aman dan damai, dengan presiden terpilih peduli pada bangsanya. Saya Ini agar kita bisa mencapai cita-cita kejayaan negeri kita: Indonesia Emas 2020.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s