Keterpecahan Pribadi

Hari ini, saya menyempatkan diri menghadiri undangan dari sahabat saya, penulis Senda Irawan. Undangan untuk berdiskusi santai di penerbit Tangga Pustaka. Dalam kesempatan itu, sebagai souvenir, penerbit memberikan buku berjudul Dr. Jekyll & Mr. Hide. Tentu saja sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Novel ini klasik karena termasuk salah satu novel psikologis pertama di dunia. Ia menceritakan tentang seseorang yang mengalami keterpecahan pribadi. Istilah teknis psikologisnya adalah Multiple Personality Disease (MPD). Penyakit ini masih sangat misterius, karena sebagian besar psikolog dan praktisi kedokteran kejiwaan menolaknya. Sebabnya? Penderitanya sangat langka dan teramat sangat sulit dibuktikan. Hanya ada beberapa kasus di dunia yang terungkap, termasuk yang kemudian dikenal sebagai Billy dan Sheila (baca catatan kaki ya…). Bedanya, Dr. Jekyll & Mr. Hide murni fiksi, sementara Billy dan Sheila (judul bukunya ada di sumber pustaka) adalah tokoh asli. Buku klasik karya Robert Louis Stevenson ini sudah menginspirasi penulisan banyak buku lain dan pembuatan film bioskop.

Banyak yang “sok tahu” menyamakan MPD dengan Split Personality. Ada pula yang seenaknya mencap orang menderita penyakit semacam ini (dan Oom saya Heru Pamungkas,SH adalah salah satu yang seperti ini, karena ia mencap saya seperti itu. Padahal jelas ia bukan psikolog atau dokter ahli jiwa).

Tidak mudah mendiagnosa penyakit kejiwaan, karena ia jauh tersembunyi di dalam dan tak ada alat atau teknologi secanggih dan semodern apa pun yang bisa mendeteksinya. Ia hanya muncul berupa symptom. Kalau kita ingat, penyakit fisik yang bisa terlihat dan terdeteksi dengan peralatan saja masih sering salah diagnosanya, apalagi penyakit fisis kan?

Saya pernah menyinggung, bahwa ada ribuan penyakit psikologis yang dirangkum dalam sebuah “buku babon” bernama DSM (baca kembali artikel saya di sini). Dalam ilmu kejiwaan, setiap orang sebenarnya diketahui sakit jiwa. Hanya jenis penyakit dan kadarnya saja yang tidak berbeda. Bila minor dan stadiumnya rendah, niscaya akan dianggap sebagai “orang normal”.

Keterpecahan pribadi jauh lebih mengerikan daripada kegilaan. Kenapa? Karena ada pribadi (istilah teknis psikologisnya disebut “alter”) yang relatif normal. Minimal mampu beradaptasi dengan dunia nyata atau realitas. Ia mampu diterima oleh orang lain dengan mengambil posisi tertentu dalam kehidupan. Artinya, ia mampu berinteraksi, menyelesaikan sekolah bahkan bekerja. Hanya saja, ada “alter” yang begitu jahat sehingga pribadi aslinya tak mampu menahannya untuk tidak berbuat jahat.

Harus dimengerti bahwa penderita MPD adalah “pasien”, atau “penderita” atau “orang sakit”. Ia seharusnya dikasihani, diberi simpati dan kalau perlu dirawat. Apa yang dilakukannya adalah caranya mengerti dunia dan bereaksi atas apa yang dialaminya. Sebagian terbesar adalah karena “masa kecil tidak bahagia” disebabkan siksaan orangtua. Harus diingat, siksaan ini bukan harus selalu fisik, tapi lebih banyak berupa psikis.

Dan di situlah kemudian saya merasa “begitu beruntung” karena dengan tekanan serupa dengan Billy dan Sheila di masa kecil saya, bahkan hingga sekarang, saya tak sampai mengalami MPD. Semoga ALLAH SWT terus menjaga saya hingga hari kematian saya. Aamiin.

Catatan kaki: Billy yang disebut dalam tulisan di atas bernama asli William Stanley Milligan. Adalah seorang yang didakwa atas sejumlah kasus kriminal pada akhir dekade 1970-an. Namun pembelanya berhasil membuktikan bahwa ia mengalami keterpecahan pribadi menjadi 24 alter. Dan 2 di antaranya adalah yang melakukan tindakan kriminal tersebut tanpa pribadi yang lain menyadarinya. Sedangkan Sheila R. adalah seorang gadis yang ketika ditangani psikolog Torey Hayden –yang kemudian menulis buku tentangnya- baru berumur 6 tahun, tapi sudah pernah melakukan tindakan mengerikan dengan membakar seorang anak berusia 3 tahun sampai mati. Sheila memiliki IQ super jenius, tercatat di angka 180 (saya saja yang cuma 140 sudah dikategorikan jenius), namun memiliki EQ sangat rendah. Dengan perawatan psikolog bertahun-tahun ia akhirnya bisa diarahkan menjadi manusia yang mampu hidup dalam realitas, walau tidak bisa sepenuhnya pulih.

Sumber pustaka:

Hayden, Torey. Sheila: Luka Hati Seorang Gadis Kecil. (diterjemahkan dari One Child oleh Rahmani Astuti). Bandung: Qanita, 2003.

Keyes, Daniel. 24 Wajah Billy. (diterjemahkan dari The  Minds of Billy Milligan oleh Miriasti dan Meda Satrio). Bandung: Qanita,2005.

Stevenson, Robert Louis Stevenson. The Strange Case of Dr. Jekyll & Mr. Hide (diterjemahkan dari judul yang sama oleh Nadya Andwiani). Jakarta: Tangga Pustaka, 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s