Sakit, Sempit, Tua

Seringkali kita tak menghargai sehat sebelum kita sakit. Sebagai Muslim saya lantas teringat pada hadits Nabi berikut:

Dari Ibnu ‘Abbas radliyallaahu ‘anhuma, dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bahwasannya beliau berkata kepada seorang laki-laki untuk menasihatinya :

إِغْتَنِمْ خَمْساًَ قًبْلَ خَمْسٍِ : حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ وَشَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ

”Manfaatkanlah lima (keadaan) sebelum (datangnya) lima (keadaan yang lain) : Hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, waktu luangmu sebelum waktu sempitmu, masa mudamu sebelum masa tuamu, dan kayamu sebelum miskinmu” [HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi].

Saya sudah lama mendengar hadits ini. Apalagi nash-nya juga dipakai oleh Raihan dalam nasyid-nya. Rasanya orang berakal mana pun meski tidak beragama Islam akan mengerti maksudnya. Demikian pula kebenarannya bisa diakui  siapa pun.

Namun untuk menyadari benar maknanya jangan sampai seperti saya. Dimana saya terpukul sekali karena mengalami tiga di antaranya (yang saya jadikan judul), bahkan nyaris empat. Alhamdulillah Tuhan menyadarkan saya sebelum yang pertama: hidup sebelum mati.

Biasanya, kita mudah saja bicara (atau menulis) seolah paling pintar menasehati orang lain. Padahal, saat kita terkena sendiri masalahnya, belum tentu kita bisa melaksanakannya. Saya pun begitu. Bahkan mungkin lebih parah karena saya cukup sering menulis. Untungnya saya bukan da’i yang gemar berkhotbah namun tak mampu mengambil hikmah (seperti dalam tulisan saya berjudul “Ulama Palsu” bulan Agustus lalu).

Sakit yang saya alami dua sekaligus. Dan saya merasakan sekali, sakit fisik tak ada apa-apanya dibandingkan sakit fisis. Saya sudah lebih dari seminggu sakit fisik dan tetap memaksakan masuk kantor tanpa ke dokter. Sementara sakit fisis? Haduh, tak sembuh-sembuh. Kesempitan terutama waktu juga saya rasakan. Saya juga merasa sudah tua. Bayangkan saja, cuma bekerja beberapa jam mondar-mandir di PRJ kaki saya sudah kram. Padahal saya tak pernah kram lagi sejak dulu terakhir hiking mendaki gunung tahun 2003 (yang menghentikan saya dari kegemaran lama itu). Saya juga hampir jatuh miskin karena kecerobohan mengelola uang bersama pasangan. Untungnya Tuhan memberikan jalan keluar antara lain dengan saya diberi kesempatan bekerja kembali pada orang lain.

Terus-terang, saya kebingungan karena tidak ada jaring pengaman sosial memadai. Beberapa teman yang saya mintai bantuan menolak secara halus. Padahal, bantuan yang saya minta bukan meminjam uang. Saya cuma ingin ditemani dan dicarikan seseorang panutan yang bisa memberi nasehat atau dibuatkan kegiatan di luar rutinitas. Mungkin permintaan saya terlalu merepotkan mereka.

Sementara seperti pernah saya tuliskan dalam artikel berjudul “Keluarga”, saya pun tak memiliki dukungan memadai dari keluarga. Keluarga kami bukan keluarga besar yang sering berkumpul, di samping sebagian terbesar keluarga ada di Jawa dan hanya ada beberapa saudara jauh di Jakarta.

Saya berusaha sekuat mungkin bertahan dalam hidup. Karena sungguh sulit bagi saya hidup dengan nyaris tanpa harapan lagi. Seperti kata ucapan bijak (yang entah aslinya dari siapa), tapi kutipan berikut saya ambil dari Robert K. Cooper dalam bukunya Unleash Your Other 90 % (terjemahan Indonesia terbitan Kaifa, 2007:229): “Orang-orang dapat bertahan hidup tanpa oksigen selama lebih dari sejam. Tanpa air, manusia bisa hidup selama hampir seminggu. Tanpa makanan, sebagian bertahan hidup selama hampir tiga bulan. Namun, tanpa harapan, tak ada yang dapat bertahan.”

Satu-satunya sandaran saya adalah kepada Tuhan semata. Dan saya sungguh dikuatkan dengan lagu Maher Zein berikut, semoga Anda juga ya LifeLearner:

Hadits dikutip dari http://abul-jauzaa.blogspot.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s