Gaza…

Jenazah korban agresi Israel sedang dishalatkan. Perhatikan kebanyakan mereka adalah anak-anak. Innalillahi wa inna ilaihi raji’uun.

Kalau Anda memantau berita di media massa, niscaya akan membaca bahwa sejak hari Rabu, 15 November 2012 lalu Israel memulai serangan baru ke jalur Gaza-Palestina. Operasi militer skala sedang yang dilancarkan Israeli Defence Forces itu diberi nama sandi “Operation Pillar of Defense”. Diawali dengan membunuh Ahmed Jabari, komandan sayap militer Hamas di jalur Gaza dengan serangan udara.

Dengan kekuatan militer yang besar, hampir pasti secara logis kekuatan Palestina bukanlah tandingan dari Israel. Namun ternyata, pejuang Palestina berusaha melawan. Salah satunya dengan meluncurkan roket Al-Fajri 5 yang ternyata mampu mencapai Tel Aviv ibukota Israel. Walau harus diakui sistem pertahanan rudal anti rudal Israel yang bernama Iron Dome luar biasa bagus. Lebih dari 90 % roket dan rudal yang ditembakkan oleh pejuang Palestina kandas sebelum mencapai sasaran.

Saya sendiri jelas pro-Palestina. Bukan hanya karena saya Islam, tapi karena jelas di sini posisi Israel adalah penjajah dan penindas. Seharusnya, agama apa pun kita, bisa melihat dengan jelas kebiadaban Israel.

Secara pribadi, saya melihat ini merupakan upaya Israel secara negara untuk menolak rencana PBB dan sejumlah negara mediator seperti Mesir untuk “solusi dua negara”. Israel menolak berdirinya Palestina sebagai negara yang berdiri sama tinggi dan bertetangga dengannya. Tindakan agresi tersebut juga dapat dipandang berlatar belakang pemikiran agama Yahudi, saya merasa bahwa inilah saat yang mereka rasa tepat untuk mempercepat datangnya “Yerusalem Baru” yang dijanjikan dalam Taurat, Talmud, dan Bible. Sayangnya, dalam kitab mana pun, kedatangan “zaman keemasan” yang merupakan “surga di bumi” itu didahului dengan peperangan besar: Armageddon. Ini merupakan rangkaian narasi eskatologis.

Dengan narasi terbalik, sebagian umat Islam juga menunggu terwujudnya janji eskatologis. Janji itu berupa kedatangan Imam Mahdi yang mendahului kedatangan Nabi Isa a.s. untuk kedua kali. Umat Nasrani juga mempercayai akan datangnya kembali Yesus untuk kedua kalinya. Bedanya jelas di akhir kisah tentang siapa pemenang perang. Semua kitab percaya bahwa pemenang perang adalah pihak kebaikan. Dan masing-masing mengklaim diri sebagai “si baik” itu.

Dalam hati, saya berharap, semoga saya diampuni andaikata zaman itu tiba lebih cepat. Karena terus terang saya pribadi merasa amat bersalah tidak bisa berbuat banyak bagi saudara-saudara di Gaza. Hanya do’a yang bisa saya panjatkan. Ya Yang Maha Gagah Perkasa, menangkanlah kami yang berjuang di jalan-Mu! Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s