Perbedaan Pedagang & Pengusaha

Saya sering mendengar di seminar motivasi pembicaranya menganjurkan agar seseorang memulai jadi pengusaha secepat mungkin. Salah satu caranya adalah dengan berdagang, misalnya membuka lapak kaki lima. Apakah itu bukannya sekedar menjadi pedagang saja?

Sebenarnya, menjadi pedagang bisa menjadi awal sebagai pengusaha, tapi jelas pedagang dan pengusaha tidak sama. Ketika seseorang memutuskan untuk membeli produk dari hulu dan menjualnya kembali dengan harga lebih tinggi di hilir rantai distribusi maka itulah kegiatan perdagangan, dengan pelakunya disebut pedagang. Di antara dua kegiatan membeli dan menjual itu bisa pula diselipkan kegiatan yang berupa pemberian nilai tambah kepada produk tersebut. Sehingga misalnya dari bahan mentah menjadi bahan baku, atau dari bahan baku menjadi bahan jadi.

Agar dibedakan kalau perdagangan dalam skala makro antar negara tentu berbeda dengan perdagangan di skala mikro perorangan. Perdagangan seperti itu tentu sifatnya tidak sederhana lagi dan justru pelakunya kebanyakan pengusaha ekspor-impor besar.

Bagi seorang pengusaha, ada satu hal tambahan yang paling penting: visi pengembangan usaha. Inilah yang membedakannya dengan seorang pedagang. Ia tidak hanya puas dengan memiliki satu toko atau lapak saja, tapi terus mengembangkannya. Inilah juga yang membedakan Pak Made pemilik “Burger Edam” dengan temannya sesama pedagang keliling. Ketika Pak Made sudah jadi pengusaha sukses, temannya dulu masih saja jadi pedagang keliling.

Seorang pengusaha punya bisnis yang bahkan bisa berjalan tanpa kehadirannya. Sementara seorang pedagang tidak akan mendapatkan uang apabila ia tidak berdagang. Di sini berarti perbedaan lainnya adalah pada sistem. Seorang pengusaha akan membangun suatu sistem yang membuat usahanya terus berjalan dan berkembang semakin besar. Dalam sistem itu termasuk berbagai aspek seperti keuangan, sumber daya manusia, produksi, distribusi dan sebagainya.

Pedagang bisa menjadi langkah awal sebagai pengusaha, namun banyak pula yang seumur hidup terus-menerus menjadi pedagang belaka. Itu karena ia selain tidak memiliki visi dan tidak mampu membangun sistem bisnis, juga kurang bisa mengoptimalkan potensi seperti modal yang dimiliki untuk mengembangkan perdagangannya. Apakah dengan menjadi pedagang tidak bisa sukses? Tentu bisa. Tapi ia harus fokus. Biasanya pedagang hanya punya satu bidang usaha saja. Misalnya kita tahu ada juragan emas atau pedagang besar beras. Ia jelas tidak berminat mengembangkan usahanya ke bidang lain karena dari situ saja ia sudah sangat tercukupi secara materi.

So, kira-kira jelas ya bedanya pedagang dan pengusaha?

2 responses to “Perbedaan Pedagang & Pengusaha

  1. Ping-balik: | Bhayu MH Personal Website·

  2. Ping-balik: Perbedaan Pedagang & Pengusaha | Lingkar Wirausaha Indonesia (LWI)·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s