Berbisnis dengan Tuhan

Istilah ini mungkin tak tepat, tapi ini sekedar memberikan gambaran bahwa bisnis paling hebat adalah “berbisnis dengan Tuhan”. Apa artinya? Ada ustadz yang menganjurkan agar kita rajin bersedekah. Tapi, ada tapinya, kita bersedekah seharusnya ke mana saja boleh. Bukan semata ke lembaga, yayasan, pesantren atau masjid yang dipimpin ustadz bersangkutan saja. Kalau begitu, kita tentu boleh menolak setengah dari anjurannya, namun intinya tetap melaksanakan sedekah.

Betul, dalam Islam, sedekah jelas akan menghasilkan pahala berlipat ganda. Ada cukup banyak ayat di Al-Qur’an suci mulia yang merekam firman ALLAH SWT soal ini. Antara lain dalam surat Al-Baqarah (2) ayat 261 yang terjemahannya berbunyi:

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Perumpamaan di atas menunjukkan bahwa orang yang bersedekah akan diganjar 700 kali lipat. Tentu ini jangan dimaknai sempit karena investasi akherat bukanlah seperti di lembaga keuangan. Ganjaran tidak selalu berupa nikmat harta belaka, tapi juga nikmat kesehatan, kepintaran, keluarga, dan sebagainya. Bayangkan kalau kita punya uang banyak, tapi harus tergeletak tak sadarkan diri di ICU (Intensive Care Unit), apa nikmatnya? Bahkan ketika sadar pun makan pun cuma bubur saring halus dan minum air bening biasa yang harganya cuma kurang dari Rp 5.000,- Tak berguna punya uang milyaran kalau begitu bukan?

Janganlah bersedekah hanya di saat kita dilapangkan rezekinya saja. Tapi cobalah justru di saat sempit. Dan rasakan keajaibannya. Kuncinya satu: ikhlas. Jangan pernah berharap melakukan amal kebajikan apa pun termasuk sedekah dengan niat ingin mendapatkan balasan, bahkan pahala dari ALLAH SWT sekalipun. Ikhlas itu melepaskan diri, berserah. Artinya, kalau kita memberi, tak harap kembali. Seperti kasih ibu sejati itulah.

Berbisnis dengan Tuhan sejatinya tidak cuma bersedekah, tapi juga melakukan segala amal ibadah. Bahkan, kalau bisa, seluruh gerak langkah hidup kita diwarnai oleh niat untuk Tuhan (dalam Islam: lillahi ta’ala). Bukan untuk sekedar mencari penghasilan guna bertahan hidup, bahkan bukan juga untuk keluarga tercinta, tapi untuk Tuhan. Dengan demikian, setiap nafas kita adalah ibadah dan dinilai sebagai investasi di jalan Tuhan. Efeknya, kita makin kerap berbisnis dengan Tuhan. Dan sama seperti lembaga perbankan yang memberikan pelayanan khusus (preferred banking) bagi nasabah yang memiliki account berjumlah besar, Tuhan pun begitu. Ia memberikan pelayanan spesial bagi hamba-Nya yang memiliki investasi besar di jalan-Nya.

Justru saya merasakan, faedah berbisnis dengan Tuhan yang paling besar adalah kebahagiaan, ketenangan hati, ketenteraman jiwa dan kejernihan pikiran. Ini karena -insya ALLAH- segala niat baik kita akan dimudahkan jalannya untuk kita. Ibaratnya, Tuhan menggelar karpet merah bagi kita di kehidupan. Asyik kan?

 

 

One response to “Berbisnis dengan Tuhan

  1. Ping-balik: Berbisnis dengan Tuhan | Bhayu MH Personal Website·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s