Sang Messias

Euforia kemenangan Obama dalam United States Presidential Election tidaklah seheboh kemenangannya empat tahun lalu. Waktu itu, sebagai keturunan Afro-Amerika pertama yang berhasil menjadi Presiden Amerika Serikat, banyak harapan ditumpukan ke pundaknya. Seolah, dialah Sang Messias yang mampu menyelamatkan tak hanya negaranya, tapi juga dunia.

Namun seiring waktu berlalu, akhirnya mimpi itu pupus sudah. Obama cuma manusia biasa. Ia bukan dewa atau Sang Penebus yang ditunggu. Tingkat popularitasnya terus turun, bahkan juga tingkat  elektabilitasnya menjelang Pemilu. Walau kemudian ternyata warga Amerika masih memberikannya kesempatan memimpin empat tahun lagi. Obama mendapatkan 303 electoral votes, sementara Romney hanya 206 saja. Sistem pemilihan presiden di A.S. memang berbeda dengan di sini. Warga negara Amerika Serikat yang memiliki hak pilih lebih dulu memilih wakilnya. Baru kemudian para wakil warga ini yang melakukan pemilihan presiden. Jumlah keterwakilan suara tergantung dari populasi negara bagiannya. Makin banyak penduduknya, makin banyak suara electoral votesnya.

Apa yang terjadi di A.S. ternyata menarik hampir semua media di Indonesia. Keramaiannya bak Pemilu tersebut terjadi di negeri sendiri. Maklum saja, kita memang cukup punya kepentingan dengan negara adidaya itu. Lagipula status sebagai negara adidaya mau tak mau membuat mayoritas negara di dunia mencermati sekali apa yang akan terjadi di sana. Karena perbedaan pemimpin di situasi seperti sekarang bisa sangat berarti. Kita tahu, sedang terjadi gejolak di semenanjung Arab yang disebut “Arab spring”. Sementara itu juga terjadi pula kemerosotan ekonomi di A.S. sendiri sebagai imbas dari turunnya ekonomi global dan mortgage subprime scandal beberapa tahun lalu. Negara-negara barat juga tengah menghadapi tantangan, termasuk Eropa dengan Uni Eropanya. Maka, apabila presiden terpilih bukan Obama, bagi saya bisa mengancam perdamaian dunia. Karena dalam hal sikap, “Romney” jelas lebih keras. Bisa jadi akan terjadi perang besar antara Iran versus Israel.

Namun, kita harus mencermati fenomena dimana dunia saat ini tengah menunggu kedatangan Sang Messias. Sebab dalam eskatologi (ilmu agama yang mengkhususkan mempelajari mengenai akhir zaman) dua agama terbesar di dunia yaitu Nasrani (dengan semua denominasinya) dan Islam (baik Sunni maupun Syi’ah), keduanya percaya Sang Messias (Islam menyebutnya “Imam Mahdi”) akan datang. Patut dicatat, gabungan pemeluk kedua agama sudah mencapai angka hampir 5 milyar dari 6 milyar penduduk planet ini. Bahkan dalam mitologi tradisional non-agama seperti di Jawa pun kedatangan “Sang Ratu Adil” ditunggu-tunggu.  Juga dalam berbagai kebudayaan dengan nama-nama berbeda.

Kenapa?

Karena dengan datangnya Sang Messias, diharapkan segala problematika dunia akan selesai.

Masalahnya, saya yang memang gemar mempelajari eskatologi terutama kedua agama terbesar di dunia, tidak mendapati suatu nubuat/ramalan yang menyebutkan beliau akan menyelesaikan permasalahan ekonomi. Malah, disebutkan yang terjadi beliau akan menjadi panglima perang yang memimpin peperangan melawan kebatilan. Tentu, kedua belah pihak masing-masing menganggap dirinya sendiri sebagai di pihak kebenaran. Memang, ada janji “kerajaan surga” (apapun istilahnya) akan datang setelahnya. Artinya, sebenarnya bukan Sang Messias itu sendiri yang diharapkan, melainkan hasil kerjanya. Apa itu? Yaitu masyarakat dunia yang dalam istilah kebijakan Jawa: “gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja.”

Dan jelas, Obama sama sekali bukan Messias. Terlalu tinggi kalau kita berharap ia mampu menyelesaikan problematika dunia yang menumpuk. Bagi saya sendiri, daripada menunggu beliau yang bak menunggu godot, bukankah lebih baik setiap diri kita terus berkarya sebaik mungkin demi kemanusiaan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s