Kemenangan Obama & Implikasinya

Saya mengucapkan syukur kepada Tuhan begitu mengetahui Barack Hussein Obama menang. Bukan cuma karena masa kecilnya pernah di Indonesia atau ia diduga pernah beragama Islam saja, tapi lebih kepada implikasinya. Terus terang, melihat Mitt Romney yang konservatif dan cenderung angkuh, saya kuatir kalau dia menang Amerika Serikat (A.S.) akan kembali pada ideologi “hawkish” ala Republikan. Ideologi pro-Israel, mau menang sendiri dan gemar berperang.

Mau tak mau, kita harus mengakui bahwa A.S. saat ini adalah satu-satunya negara adidaya di planet ini. Walau kita harus ingat bahwa hal ini bisa jadi tak selamanya. Dalam beberapa tulisan saya dahulu saya pernah mengingatkan bahwa penguasa planet ini dahulu pernah dipegang oleh imperium berbeda. Di abad pertengahan yang sering disebut sebagai “The Age of Empires” atau “The Dark Age” dalam pandangan peradaban barat, justru penguasa dunia adalah imperium yang sebagian besar kini sudah punah.

Artinya, kekuasaan A.S. bisa jadi tak akan langgeng juga. Kita melihat kini Rusia sebagai pewaris negara adidaya Uni Sovyet mulai bangkit, belum lagi China yang perkembangan ekonominya mengagumkan. Justru A.S. dan Eropa yang sejak Perang Dunia II seakan menancapkan hegemoninya di dunia. Namun justru kini sekitar 50 tahun setelahnya ternyata kapitalisme tak mampu menjadi solusi. Malah, menjerumuskan dunia pada belitan problema.

Implikasi kemenangan Obama diharapkan positif. Karena seperti Presiden A.S. lain asal Partai Demokrat, mereka cenderung lebih menyukai perdamaian dan menghormati peranan negara lain terutama negara dunia ketiga. Obamacare yang visioner sebagai bentuk tanggungjawab pemerintah federal terhadap kesejahteraan warga negaranya juga terpelihara, hal yang terancam dicabut kalau Romney menang.

Meski begitu, Amerika tetap Amerika. Garis kebijakannya relatif tetap sama. “American dream” dan “American way” tetap dipegang teguh. Artinya, meski kemenangan Obama “menyenangkan”, kita tidak bisa berharap banyak Amerika akan mengubah diri menjadi lebih “humble” misalnya. Kalau itu sih, ngimpi banget….

 

Sumber Foto: theboxhouston.com

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s