Ceroboh

Kalau ada sifat manusia yang paling saya benci, selain yang diharamkan agama karena jelas kejahatannya, adalah ceroboh. Sifat ini tidaklah haram seperti hasad atau dengki, namun tercela seperti pemarah.

Sifat ceroboh ini bisa menyebabkan kita celaka karena hulunya adalah ketidakhati-hatian. Ceroboh saat mengemudikan kendaraan misalnya, tentu bisa berakibat fatal seperti kecelakaan.

Sayangnya, kecerobohan ini bisa muncul tanpa tercegah apalagi terduga. Satu yang paling sering efeknya adalah kehilangan barang. Sebagai seseorang yang memiliki kecenderungan penyakit psikologis OCD (Obsessive Compulsive Disorder), saya punya kebiasaan mengecek dan mengecek ulang (check and re-check), bahkan hingga beberapa kali. Ini dipadu dengan sifat perfeksionis saya. Maka, dalam pekerjaan efeknya biasanya pekerjaan saya dianggap teliti dan detail, namun efeknya waktu penyelesaiannya bisa lebih lama daripada yang biasa-biasa saja hasilnya.

Karena itu, saya amat sangat jarang ceroboh karena kebiasaan. Misalnya ada saudara saya yang begitu ceroboh hingga sering tertinggal barang-barangnya di tempat umum, misalnya di dalam angkot. Mulai dari payung, tas belanjaan hingga dompet bisa tertinggal. Salah satu efek dari hal ini tentu saja yang bersangkutan harus kerapkali mengalami kerugian material yang kalau direkapitulasi bisa besar jumlahnya.

Kehilangan barang karena kebiasaan itu adalah muara dari kecerobohan, meski penyebabnya sebenarnya bisa berbeda. Dan itulah yang sedang saya alami saat ini. Kecerobohan saya berakibat fatal, dimana saya kehilangan salah satu surat penting perusahaan saya. Surat yang untuk mengurusnya perlu waktu lama dan biaya tidak sedikit. Terus-terang, ini kecerobohan terbesar saya hingga saat ini. Biasanya, bahkan saat berkemah di gunung sekalipun, saya tidak pernah kehilangan barang apa pun.

Kecerobohan ini berlanjut dengan saya lupa membayar perpanjangan sejumlah domain-hosting yang saya kelola. Sehingga, ada beberapa di antaranya yang terpaksa tidak tayang untuk sementara. Untuk yang ini, saya malah baru menyadarinya hari ini. Untuk itu mohon maaf apabila ada di antara Anda yang mengklik tautan (link) di bagian kanan atas blog ini dan mendapati situs bersangkutan tidak aktif . Insya Allah saya akan memperbaikinya dalam beberapa hari ke depan.

Satu penyebabnya saya tengarai dengan jelas: stress. Bila LifeLearner adalah pengunjung setia, Anda akan lihat bahwa saya sedang mengalami masalah hidup luar biasa. Tekanan yang saya alami tingkatannya sebenarnya sudah masuk ke depresi. Tinggal dua tingkat lagi menuju kegilaan. Alhamdulillah Tuhan masih menolong dan mengizinkan saya meneruskan hidup.

Maka, saya berusaha melokalisir dan memetakan masalah. Kecerobohan adalah perilaku akibat efek psikologis, sementara kehilangannya harus direspon secara faktual. Jadi sembari berupaya menyembuhkan diri secara psikologis, upaya nyata harus dilakukan seperti membayar perpanjangan domain-hosting serta melapor ke polisi untuk surat yang hilang tadi dan membuat gantinya. Cara inilah yang saya sarankan juga bagi LifeLearner yang kebetulan sedang mengalami problema serupa atau mirip dengan saya. Lokalisir, petakan dan selesaikan masalah satu per satu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s