Konsultasi Pada Konsultan

Profesi utama saya adalah konsultan sumber daya manusia dan komunikasi. Selain itu, di konsultan yang saya pimpin, terdapat para psikolog dan konselor untuk psikologi. Wajar bila perseorangan banyak yang tidak tahu profesi ini. Karena bisnis saya adalah dari perusahaan ke perusahaan (B-to-B).

Namun, kami sering menerima permintaan konsultasi dari perseorangan untuk permasalahan pribadi. Artinya, bukan untuk kepentingan kantor atau perusahaan tempatnya bekerja, meski terkadang yang dikonsultasikan terkait pekerjaan.

Bila perusahaan cukup “mengerti” bahwa apa yang kami berikan sebagai nasehat itu merupakan bagian dari profesionalisme konsultan, pribadi-pribadi seringkali tidak menyadari itu. Banyak yang mengira nasehat dari konsultan sama saja dengan curhat pada sahabat. Artinya, mereka mengira tidak perlu “professional fee” alias gratisan saja.

Padahal, ada perbedaan signifikan antara “curhat” dengan “konsultasi”. Bila yang pertama kita cuma butuh didengarkan dan mendapatkan teman saat dalam kesulitan, yang kedua akan diberikan asistensi ahli dan panduan menyelesaikan masalah secara sistematis. Tidak mudah untuk menjadi konsultan. Karena selain memiliki kompetensi akademis yang biasanya setingkat S-2 (magister atau master), juga perlu “jam terbang”. Dalam kasus tertentu, bahkan perlu sertifikasi khusus yang juga tidak mudah mendapatkannya.

Karena itu, wajar apabila konsultan meminta “professional fee”. Sebagai konsultan untuk perusahaan, seringkali bayaran untuk konsultasi dihitung per jam. Dan itu tergantung tingkat kesulitan masalah yang dikonsultasikan.

Bagi pribadi-pribadi yang butuh konsultasi pada konsultan, pikirkan saja bahwa Anda berani membayar dokter sekian banyak cuma untuk beberapa menit “prosedur standar” seperti wawancara ringan, diperiksa dengan stetoskop dan tensimeter untuk kemudian dibuatkan resep. Dimana seringkali prosedur itu tak lebih dari 5 menit. Sementara konsultasi kerap memakan waktu berjam-jam. Dan seorang psikolog pun selain bergelar S-2 juga memiliki izin praktek sama seperti dokter. Maka, kenapa tidak menghargai keahlian dan kompetensi mereka dengan selayaknya?

One response to “Konsultasi Pada Konsultan

  1. Ping-balik: Konsultan? Binatang Apaan Tuh? | LifeSchool by Bhayu M.H.·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s