Jokowi-Ahok Dilantik

Senin ini istimewa bagi warga DKI Jakarta. Kenapa? Karena untuk pertama kalinya ibukota memiliki pasangan pemimpin “impor” dari daerah lain. Sang Gubernur adalah Walikota Solo, sementara Wakilnya mantan Bupati Bangka-Belitung. Ini juga kemenangan demokrasi karena keduanya terpilih melalui Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) langsung. Ironis bagi Gubernur bertahan (incumbent) karena ia terpaksa hanya menjabat satu periode saja. Padahal, Fauzi Bowo Sang Gubernur DKI Jakarta 2007-2012 adalah gubernur pertama hasil Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah). Ia juga seorang birokrat karier yang besar di lingkungan Pemerintah Daerah DKI Jakarta, sehingga dianggap “ahlinya”. Di masa Sutiyoso menjadi Gubernur DKI Jakarta (1997-2007), Fauzi Bowo adalah Wakil Gubernur-nya.

Salah satu yang menyebabkan kekalahan Fauzi Bowo justru tagline yang memenangkannya di Pilkada 2007 “Serahkan Jakarta pada Ahlinya”. Selain besar di Pemda DKI Jakarta sehingga kaya pengalaman, ia juga Diplom-Ingenieur Arsitektur bidang Perencanaan Kota dan Wilayah dari Technische Universität Braunschweig Jerman dan Doktor-Ingenieur dari Technische Universität Kaiserslautern Jerman bidang perencanaan. Maka, kepadanya ditumpukan harapan agar masalah Jakarta terselesaikan. Terutama tertumpu pada tiga hal: macet, banjir dan tata kota.

Namun apa mau dikata, ternyata Foke -panggilan akrab Fauzi Bowo- gagal memenuhi ekspetasi tinggi masyarakat ibukota. Maka, ia pun “dihukum” dengan tidak dipilih lagi di Pemilukada kali ini. Sebaliknya, Joko Widodo meski “cuma” bergelar sarjana kehutanan dari Universitas Gadjah Mada, namun pernah dinominasikan sebagai salah satu Walikota Terbaik Di Dunia. Kepiawaiannya menata kota Solo dengan pendekatan humanis dan manusiawi menjadikannya dicintai warganya. Ia dianggap sukses untuk ukuran seorang walikota yang justru berlatar  belakang usahawan.

Maka, berbekal citra mencorong itulah Jokowi maju sebagai kandidat dari PDIP yang berkoalisi dengan Gerindra. Dan euforia masyarakat yang diekspose media terbukti mampu mendongkrak popularitasnya sehingga berhasil mengalahkan gubernur bertahan yang asli putra Betawi itu.

Kini, tinggallah sang gubernur bersama wakilnya mewujudkan visi “Jakarta Baru” yang dijanjikannya. Semoga langkah-langkahnya dapat berbuah nyata. Karena lima tahun akan terasa singkat untuk mewujudkan janji. Kita tunggu saja…

Foto: detik.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s