Target & Pencapaian

Hidup bagi sebagian orang adalah perjalanan dari satu target ke target berikutnya. Kalau dalam pekerjaan target bisa terukur dengan parameter kuantitatif, bagaimana dengan hidup? Bagi yang memiliki kepribadian achiever sekalipun, target hidup rasanya lebih berupa parameter kualitatif. Sebabnya? Tidak ada parameter atau tolok ukur yang pasti.

Seperti halnya pekerjaan, target hidup tidak selalu tercapai. Malah, seringkali pencapaiannya lebih sedikit daripada target pekerjaan. Misalnya kita menargetkan sudah memiliki rumah di usia 30 tahun. Namun ternyata di usia itu malah masih di PMI (Pondok Mertua Indah) bagi yang sudah menikah atau jadi kontraktor (selalu mengontrak rumah maksudnya).

Target hidup bisa saja tidak terkait materi. Namun bisa berupa tahapan hidup seperti menikah atau tangga karier. Ada yang bercita-cita sudah bebas secara finansial di usia 40 tahun, ada yang bercita-cita sudah menikah di usia 25 tahun. Macam-macam…

Bagi saya sendiri, banyak target saya gagal dicapai. Seringkali, saya harus merevisi target sedemikian rupa agar realistis atau sesuai kondisi saat ini. Bisa jadi target yang sepuluh tahun lalu terasa realistis, kini sudah berubah kondisinya. Bila dulu akal mendominasi, kini banyak hal jadi pertimbangan saat menetapkan target. Bahkan, kini saya nyaris tak berani menetapkan target jangka panjang. Bahkan menengah pun nyaris tidak. Saya cuma berani memasang target jangka pendek, bahkan amat pendek: dari hari ke hari. Mencoba bertahan di kerasnya kehidupan.

Banyak yang mengira hidup saya luar biasa. Tidak. Tuhanlah yang luar biasa. Ia menguji saya hingga mencapai batas ketahanan, semata agar saya tahu bahwa saya ternyata bisa melampauinya! Saya hanya mencoba berpikir positif, makin tinggi dan banyak ujian yang diberikan Tuhan pada seorang hamba, makin disayang pula ia di mata-Nya. Semoga saja saya termasuk yang disayang oleh-Nya.

Dan saya tentu berharap serupa bagi Life Learner. Bagi yang sedang menghadapi ujian hidup, terutama dengan target hidup yang tak tercapai atau meleset, mari kita saling menguatkan. Kita hanya harus yakin bahwa rencana Tuhan jauh lebih baik dari apa yang sanggup kita targetkan.

One response to “Target & Pencapaian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s