Perang & Persiapannya

Tadi pagi, saat sahur, saya menyaksikan film Omar di MNC TV. Kebetulan sudah memasuki episode akhir sehingga sudah banyak menampilkan adegan peperangan. Dikisahkan kaum muslimin di bawah pimpinan Panglima Khalid bin Walid berhasil mengalahkan pasukan Persia. Satu hal yang semula dikira mustahil. Maklum, saat itu Persia sangat kuat dan termasuk salah satu imperium besar di abad pertengahan.

Ramadhan ini, juga peperangan besar. Umat Islam dituntut menahan diri (imsa’) dari segala yang membatalkan puasa dan membatalkan pahala puasa. Apalagi memasuki 10 hari terakhir ini, godaannya makin kuat. Masjid justru makin kosong. Banyak yang memilih i’tikaf di pusat perbelanjaan, mumpung ada sale dan discount.  Apalagi bagi yang tinggal di ibukota, malah sampai ada mall  yang mengadakan midnight sale segala.

Saya sendiri, selain sebagai muslim yang tengah berpuasa, juga tengah menghadapi “perang pribadi”. Kalau ada film berjudul Hart’s War (2002), mungkin kalau saya jadi “orang” nanti akan ada film berjudul Bhayu’s War. hehe. aamiin.

Dalam film Kingdom of Heaven (2005), terdapat percakapan antara Mullah dengan pendiri dinasti Ayyubid yaitu Sultan Ṣalāḥ ad-Dīn Yūsuf ibn Ayyūb atau lebih dikenal sebagai Saladin. Saya kutipkan percakapan itu sebagai berikut:

Mullah: [the mullah pays a visit to Saladin in his tent after the battle at Kerak] Why did we retire? Why? God did not favor them. God alone determines the results of battles.
Saladin: The results of battles ARE determined by God, but also by preparation, numbers, the absence of disease, and the availability of water. One cannot maintain a siege with the enemy behind. How many battles did God win for the Muslims before I came… that is, before God determined that I should come?
Mullah: Few enough. That’s because we were sinful.
Saladin: It is because you were unprepared.

Karena saya pikir mayoritas LifeLearner lancar berbahasa Inggris, maka tidak saya terjemahkan. Dari dialog itu, tampak jelas sang Sultan Mesir dan Syria tersebut sangat sadar pada arti penting persiapan perang. Dia adalah seorang pahlawan Islam paling besar yang hidup tidak sezaman dengan Nabi Muhammad SAW. Namanya harum bahkan di dunia barat-Kristiani karena dia adalah seorang yang luhur budinya. Kerajaan Inggris Raya misalnya, begitu menghormatinya sampai-sampai mengabadikan namanya menjadi nama salah satu panser andalan mereka (Alvis FV 601-Saladin). Bisa jadi itu karena dalam sejarah raja legendaris mereka yaitu Richard The Lion Heart pernah ditolong oleh Saladin.

Persiapan perang itulah yang harus kita sadari benar. Saya sangat sadar. Maka, saya memupuk kesabaran agar persiapan saya matang. Perang tak boleh dilancarkan atas dasar emosi belaka. Karena kemarahan yang dibawa ke dalam perang cuma akan menimbulkan kerugian dan akhirnya menuju kepada kekalahan dan kehancuran. Sementara saya jelas menghendaki kemenangan.

insya Allah. La haula wa la quwwata illa billah…

One response to “Perang & Persiapannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s