Nama Online Shop (2)

Melanjutkan pembahasan Senin pekan lalu, hari ini kita membicarakan mengenai nama online shop. Prinsip dasarnya adalah nama ini harus dapat mudah terindeks oleh mesin pencari (search engine). Anda yang dapat membaca blog ini, sudah pasti familiar dengan mesin pencari. Ini semacam daftar isi dari internet. Ia mendaftar jutaan laman situs dengan berbasis pada kata kunci (keyword).Ada beberapa jenis seperti Yahoo!, Altavista, atau Bing. Namun, yang paling populer sekarang adalah Google.

Hal ini antara lain karena Google menggunakan sistem yang paling akurat sehingga mampu mendata lebih banyak laman situs. Hasilnya pun lebih mendekati keinginan pengguna. Bagi pemrogram, algoritma Google juga relatif mudah dipahami. Ini ada plus-minusnya. Karena bagi yang “nakal”, ini bisa dimanfaatkan bagi keuntungan sendiri.

Salah satu yang saya sebut “nakal” adalah menggunakan keyword aggregator yang akan menipu crawl bot dari Google sehingga menempatkan halaman situs milik web developer “nakal” ini di urutan atas pencarian. Perlu diketahui bahwa pencari data hanya akan melihat maksimal hingga halaman 3 hasil pencarian. Tiap halaman memuat 10 halaman situs dengan kata kunci yang dicari. Dan ilmu untuk memaksimalkan ini dinamakan Search Engine Optimization (SEO). Jadi, tidak mudah untuk halaman situs kita berada di urutan atas pencarian oleh mesin pencari.

Prinsipnya, cek dulu ketersediaan kata-kata kunci yang Anda sasar. Karena mesin pencari yang umum digunakan adalah Google, maka bisa menggunakan Google Analytics (www.google.com/analytics/). Di sini bisa dilihat tingkat kepopuleran kata kunci bagi jenis toko internet Anda.

Kata kunci harus berupa barang atau jasa yang Anda sediakan. Janganlah “menipu” calon pembeli dengan menggunakan kata-kata “sesat” seperti kata yang sedang populer. Ada satu program khusus yang mampu “menangkap” kata-kata kunci yang sedang populer, dan biasanya ini digunakan situs palsu yang cuma berisi kumpulan tautan (link) yang menggunakan kata-kata kunci itu. Situs ini biasanya penuh berisi iklan “cepat kaya tanpa kerja”.

Jadi, kalau kita menjual kue, cobalah teliti kata kunci kue di Google Analytics. Gabungkan dengan kata semacam “toko” atau “jual”. Jadi, coba teliti kata kunci “toko kue”. Di akhir bisa digunakan nama dari toko kue Anda. Misalnya “toko kue enak” (sebutlah namanya “www.toko-kue-enak.com”). Kemudian, coba cek di penyedia domain atau hosting apakah nama tersebut masih tersedia. Bila memang domainnya masih ada, beli saja.

Para web developer yang ahli biasanya tidak hanya membeli satu domain saja. Bila memang ia menyasar pembeli yang segmentasinya jelas, beberapa domain sekaligus dibeli. Namun, yang aktif hanya satu. Sementara yang lain digunakan sebagai landing page semata untuk memperkaya link do-follow. Hanya saja, ini terlalu rumit bagi awam.

Karena itu, jangan terlalu pusing memikirkan nama toko online. Karena yang lebih penting adalah toko Anda ramai pengunjung bukan? Nama “hoki” itu tidak ada di internet. Yang ada adalah nama yang paling mudah terindeks oleh mesin pencari. Got it?

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s