Puasa & Iman

Setiap agama memiliki ritual puasa. Bahkan, binatang dan tumbuhan pun diberikan Tuhan kemampuan berpuasa.

Bagi manusia, puasa itu masalah iman. Bagi yang percaya pada perintah agamanya, puasa seberat apa pun tidak akan menjadi masalah. Namun kalau imannya lemah, tentu berpuasa terasa berat.

Saya melihat itu di sekitar saya. Ada pria dengan usia sama, namun yang satu bisa berpuasa lancar, sementara yang lain tidak. Bahkan, di usia yang sudah lanjut, B.J. Habibie tetap berupaya berpuasa sebulan penuh. Walau tentu untuk orang setua beliau yang sudah berusia 76 tahun ada banyak keringanan.

Kita bisa saja merinci manfaat puasa dari berbagai segi. Namun, manfaat sejati puasa adalah merendahkan diri di hadapan Tuhan. Kita patuh pada apa yang diperintahkannya, walau tak ada orang yang tahu. Betul. Puasa adalah ibadah rahasia. Kita berbuka di luar rumah dan mengaku tetap puasa saat sampai rumah pun tak ada yang tahu. Kecuali Tuhan dan diri kita sendiri tentunya.

Orang yang mampu mendapatkan hakekat puasa tak akan mau korupsi. Karena ia tahu, meski orang lain tidak tahu, Tuhan tahu.

Jadi, bila memang kita punya iman, puasa akan memberikan kita “rasa dekat” kepada Tuhan. Dan perasaan itu membuat kita merasa selalu diawasi dengan CCTV istimewa oleh Tuhan. Sehingga kita tak akan mau melanggar hukum, aturan dan norma. Itulah sebenarnya hakekat dari berpuasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s