Atas Nama Islam

Sering sekali kita mendengar kekerasan atas nama Islam dilakukan di negeri ini. Baru-baru ini, kasus yang mencuat adalah tindakan kekerasan pada jama’ah Ahmadiyah. Karena dianggap sesat, maka ada sekelompok masyarakat yang merasa berhak ‘main hakim sendiri’.

Bagi saya, saat ini dimana tidak ada kekhalifahan Islam yang tegak, tidak boleh ada satu pihak pun yang mengatasnamakan Islam. Walau secara hukum agama, masih ada lembaga fatwa yang boleh menetapkan aturan terutama yang masih jadi perdebatan khilafiyah. Akan tetapi, di tiap negara tentu ada hukum positif yang jadi aturan. Dan di Indonesia, justru hukum positif kita yang jadi acuan utama adalah buatan penjajah kolonial Belanda yang terangkum dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan KUH Perdata.

Selain itu, harus disadari sepenuhnya bahwa dasar negara kita adalah “Pancasila”, bukan agama apa pun termasuk Islam. Karena itu, seharusnya pengatasnamaan Islam adalah tindakan di luar hukum. Lebih dari itu, kita harus memisahkan antara hukum agama dengan hukum positif. Dalam kasus Ahmadiyah misalnya, bila memang ajarannya dianggap sesat, maka yang bisa dilakukan adalah melarang pengajaran dan penyebarannya. Sementara itu tidak dibenarkan tindakan kekerasan apa pun kepada para pengikutnya. Jadi, Ahmadiyah sebagai sebuah ajaran agama yang diangap sesat tidak lantas membolehkan perlakuan semena-mena melanggar hukum. Itu dua hal terpisah.

Demikian pula dengan polemik Syi’ah yang merebak baru-baru ini. Kenapa pula ada orang-orang yang mengatasnamakan Islam menganggap saudaranya sesama pemeluk Islam sesat? Bukankah lebih sesat mereka yang belum masuk Islam? Karena itu sebaiknya dakwah ditujukan kepada mereka yang belum mendapatkan hidayah, bukan kepada sesama Muslim dengan pemahaman agama berbeda. Apalagi kepada Syi’ah yang bahkan otoritas Sunni seperti Al-Azhar di Mesir saja tidak pernah mengkafirkannya.

Karena itu, baik atas nama perdamaian atau demi mempertahankan NKRI yang ber-Pancasila, saya berharap kita tidak membiarkan kekerasan terjadi di bumi pertiwi ini. Apalagi atas nama Islam. Agama damai penuh cinta kasih yang rahmatan lil ‘alamin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s