Liputan Acara Amprokan Blogger 2011 (Hari Ke-1)

Spanduk di Asrama Haji Bekasi, lokasi Amprokan Blogger 2011 (Foto: Bhayu MH)

Minggu lalu, hari Sabtu (17/9) saya menghadiri acara Amprokan Blogger 2011 yang diadakan oleh Blogger Bekasi (Be-Blog).  Acara ini memiliki beberapa tema, ada yang tercantum di spanduk namun ada juga yang digunakan dalam publikasi online. Salah satunya adalah “Amprokan Blogger Hidupkan Suksesmu”. Sehari sebelumnya, saya mendapatkan SMS konfirmasi dari panitia bahwa acara dimulai jam 8 pagi. Maka, saya pun datang on-time. Ternyata, saya keliru. Saya datang kepagian dan mendapati panitia masih bersiap-siap. Tampak pula sejumlah penari calung berkali-kali melakukan gladi. Sekitar jam 9 pagi barulah peserta mulai banyak berdatangan. Sementara “tamu agung” yang ditunggu yaitu Menkominfo Ir. Tifatul Sembiring sendiri baru hadir sekitar jam 09.30 WIB.

Menkominfo memasuki ruangan (Foto: Bhayu MH)

Kedatangan sang menteri yang ngetop di kalangan penggila soc-med karena seringnya beliau nge-tweet ini disambut oleh panitia dan peserta yang berebut mengabadikan dengan berbagai gadget. Yeah, namanya juga blogger kan?

Saya yang duduk di barisan kedua sekitar kiri belakang beliau sempat kebagian salaman. Dan karena jarak saya yang dekat dengannya, saya jadi tahu bahwa setelah dari Bekasi menghadiri acara Amprokan Blogger 2011 yang bertema “Amprokan Blogger Hidupkan Suksesmu” ia ada acara lain di Pondok Gede. Bahkan, ia sempat meminta HandPhone Nokia Communicator N-9500-nya dari sang ajudan. Mungkin untuk memberi kabar  kepada panitia acara berikutnya itu.

Menkominfo sibuk dengan HP-nya (Foto: Bhayu MH)

Sang menteri harus menunggu giliran untuk memberikan sambutan karena pertama-tama justru dari pihak Blogger Bekasi (Be-Blog) yang diwakili Amril Taufik Gobel selaku penasehat yang memberikan sambutan. Setelah itu disusul perwakilan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dan barulah sang menteri dipersilahkan memberi sambutan sekaligus memukul gong sebagai tanda acara dibuka.

Seperti kebiasaannya, Menkominfo membuka pidatonya dengan pantun. Kali ini ia membukanya dengan: “Kalau bukan karena cinta/tak akan aku membuat puisi/Kalau bukan karena cinta/tak akan aku datang ke sini.” (Bagi saya, mungkin lebih tepat bila ia mengatakan “datang ke Bekasi”).

Pemaparan sang menteri lebih pada kinerja kementerian yang dipimpinnya. Ia mengatakan sepanjang masa kerjanya, telah dibangun 5.284 Pusat Layanan Internet Kecamatan. Juga persoalan ICT yang terdiri dari infrastruktur, SDM dan usage. Antara lain terdapat program “Desa Berdering” dan “Palapa Ring”. Ia juga menyoroti ancaman disintegrasi bangsa yang menurutnya terjadi karena 3 faktor: ketidakadilan, otonomi daerah yang kebablasan pengaruh asing dan isyu-isyu yang mudah ditelan warga. Untuk hal terakhir ia mencontohkan kasus kericuhan di Ambon pada hari Minggu (11/9) yang sebenarnya ‘tidak seperti diberitakan’.

Seusai memberi sambutan, Menkominfo memukul gong 5 kali tanda acara dibuka yang dilanjutkan dengan tukar-menukar cinderamata. Setelah itu, ia langsung meninggalkan lokasi acara. Nah, saya yang tadinya duduk di belakang beliau, pindah ke sofa yang tadinya diduduki sang menteri dan para pendampingnya. Dari deretan terdepan, saya lebih leluasa menyimak paparan 3 pembicara pada sesi pertama yaitu Nukman Luthfie, Onno W. Purbo, dan Anggara Suwahyu. Sesi ini ternyata terdiri dari 3 talkshow berbeda, yaitu “Kebebasan Berekspresi Internet” oleh Onno W. Purbo, “Kebebasan Berekspresi di SOCMED” oleh Nukman Luthfie, dan “Aspek Legal (Berinternet)” oleh Anggara Suwahyu.

Dalam sesi tersebut, Nukman menyebut blogger dengan content-nya telah memberi kehangatan seperti matahari. Hanya saja ia juga menyoroti bahwa ternyata hanya sedikit blogger yang konsisten mengisi blognya. Bahkan, ia menyebut di level tertinggi yaitu “creator”, hanya 10 % – nya yang bisa dimasukkan kategori ini. Karena dari sekitar 5,6 juta blog di Indonesia, 70 %-nya ternyata di-update paling cepat hanya dalam 6 bulan terakhir. Blog LifeSchool ini tentu termasuk creator karena di-update setiap hari dengan hits rata-rata 200-300 hits per hari! (catatan: ada sebuah situs yang mengklaim sebagai pendaftar blog Indonesia terpercaya, hits nomor satunya cuma 156 hits per bulan! Jauh banget! Jadi jelas situs peranking itu sendiri tak bisa dipercaya. Lha wong blog yang sedang Anda baca ini malah tidak masuk jee… Hehe).

Setelah itu giliran Onno W. Purbo yang mantan dosen ITB dengan bangga menceritakan bahwa dirinya pernah hampir dipenjara gara-gara menyalahgunakan frekuensi. Ia juga mendaftar selain dirinya juga ada sejumlah warga negara Indonesia yang sempat dipidana atau minimal tersangkut perkara hukum gara-gara aktivitas di internet. Di samping itu, ia juga menegaskan bahwa Indonesia merupakan pasar besar bagi perusahaan yang menggunakan internet. Hal ini antara lain tampak dari data bahwa ada 50 juta pengguna internet di Indonesia dan sebagian besar menggunakan HP. Menurut Onno, pengakses internet melalui HP kita adalah yang terbesar di dunia.

Di akhir sesi pertama, Anggara Suwahyu sesuai keahliannya sebagai pengacara menyoroti aspek hukum. Karena tanpa slide, pemaparannya terus-terang agak membosankan. Namun karena penting, saya tetap berusaha menyimak. Intinya, ia mengatakan ancaman hukum pagi pengguna internet terutama terkait pasal penghinaan dan pencemaran nama baik. Dalam KUHP hal itu tercantum dalam pasal 310 dan 311. Masih ada lagi ancaman dari UU ITE. Karena itu ia menyarankan agar pengguna internet terutama social media agar berhati-hati karena social media seperti FaceBook dan Twitter adalah ranah publik, bukan ranah privat.

3 Pembicara Asli + 1 Pembicara Dadakan (Foto: Bhayu MH)

Saat dibuka sesi tanya jawab saya ikut mengacungkan jari karena tertarik pada hadiah buku yang ditawarkan Onno. Sayang saya tidak diberi kesempatan oleh Iman Brotoseno yang jadi moderator. Untungnya, saya tetap bisa mendapatkan buku yang sulit dicari di toko buku itu dengan me-lobby, meminta jatah panitia. 🙂 (thank’s to bro Amril). Di sesi tanya jawab ini, ada seorang peserta yang malah menjadi pembicara keempat karena ia mengambil jatah waktu yang lama dan malah berceramah. Sehingga, ketiga pembicara turun panggung dan dengan bercanda berpose bersamanya bak berfoto bersama artis ngetop. Sang penanya itu sampai harus di-cut oleh moderator karena terlalu banyak mengambil waktu. Mungkin ia merasa terlalu bersemangat mendapatkan sarana untuk berpromosi (karena dalam ujarannya ia juga sempat mempromosikan usahanya).

Melantai dengan iringan "Besami Mucho"

Seusai talkshow sesi pertama, peserta diberi kesempatan istirahat sekaligus dibagikan jatah makan siang dalam dus. Sembari makan siang, peserta dihibur dengan kesenian tari-tarian dan angklung. Pagelaran angklung dari SMK Bani Saleh Bekasi ini begitu memukau hingga peserta berkali-kali meminta tambah. Bahkan para blogger yang dipelopori Nukman Luthfie turun melantai berdansa sekenanya saat dilantukan lagu “Besami Mucho”. Seru banget!

Seusai istirahat siang yang seru, sesi berikutnya diisi oleh 3 “Blogger Selebritis”. Mereka adalah Iman Brotoseno (President ASEAN Blogger chapter Indonesia), DonnyBU (Director ICTWatch) dan Indriyatno Banyumurti  (Ketua Relawan TIK Nasional). Tampil sebagai moderator adalah RA. Nunuk Purwaningsih. Masing-masing petinggi komunitas blogger tersebut mengkampanyekan programnya. Satu yang saya catat dan rasanya bagus untuk ditulis di sini adalah ungkapan Iman Brotoseno tentang 3 B untuk Blogger, yaitu: Beretika, Berjejaring dan Berbagi.

Setelah diseling jeda sebentar, tibalah sesi dari sponsor yaitu Indosat Mobile. Dibawakan oleh A. Kristiyanto selaku Group Marketing Communication-Division Head Online & Social Media INDOSAT, tentu saja materi yang dibawakan adalah mengenai program-program perusahaan tersebut. Intinya, Indosat selalu berupaya sebagai yang terdepan dalam menyediakan layanan jasa telekomunikasi termasuk internet yang penting bagi para blogger.

Begitu sesi dari Indosat usai, dihadirkan pembicara dari sponsor lain yaitu PANDI. Ini adalah singkatan dari Pengelola Nama Domain Internet Indonesia atau dikenal dengan berakhiran .id. Dibawakan oleh Sigit Widodo selaku Vice President PANDI, diterangkan mengenai berbagai inovasi yang sedang dikerjakan. Menurutnya, berdasarkan ISO 3166, domain internet Indonesia adalah .id dan singkatan negara kita adalah IDN, bukan lagi INA. Juga ada sejumlah perbaikan dalam sistem seperti perubahan dari Single Point Registry System menjadi Shared Registry System.

Rangkaian aksi para fotografer dengan berbagai gadget. (Foto: Bhayu MH)

Sesi talkshow kedua di sore hari justru ditunggu peserta. Karena diisi oleh pakar lingkungan hidup yang merupakan tema acara “Blogger Memberdayakan Kecerdasan Ekologis”. Pakar pertama adalah Emmy Hafild selaku Executive Director Green Peace South East Asia yang membawakan tema “Kecerdasan Ekologis” yang disusul oleh pakar kedua yaitu Ridwan Iwang Arifin dari Blogger Peduli Lingkungan yang membawakan tema “Kepedulian Lingkungan”. Talkshow ini dipandu moderator Antyo Rentjoko. Karena topik pembicaran ini menjadi bahan lomba penulisan blog, saya akan memisahkan tulisan tentang lingkungan tersebut.

Setelah sesi tersebut, sesi seminar dan talkshow ditutup. Peserta mendapatkan waktu untuk beristirahat, mandi dan berganti pakaian. Pada malam harinya, diadakan sarasehan. Karena peserta Amprokan Blogger 2011 ini datang dari berbagai penjuru Indonesia mewakili berbagai komunitas blogger, maka acara lebih ditujukan bagi blogger komunitas. Karena saya kelelahan setelah mengerjakan berbagai pekerjaan dan tidak tidur pada Jum’at malamnya, di samping saya merasa sebagai blogger perorangan acara tersebut tidak tepat bagi saya, saya tidak mengikutinya. Namun saya yakin, sarasehan tersebut akan makin mengakrabkan blogger se-Indonesia.

Baca artikel terkait:

amprokan blogger hidupkan suksesmu

Iklan

5 responses to “Liputan Acara Amprokan Blogger 2011 (Hari Ke-1)

  1. Ping-balik: Peran Amprokan Blogger Menghidupkan Suksesmu dalam Membudayakan Kecerdasan Ekologis·

  2. Ping-balik: Kekhasan Blogger Indonesia « LifeSchool by Bhayu M.H.·

  3. Ping-balik: Liputan Acara Amprokan Blogger 2011 (Hari Ke-2) « LifeSchool by Bhayu M.H.·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s