Membaca Memperluas Wawasan & Kebijakan

Waktu saya kecil dahulu, membaca awalnya merupakan kewajiban. Namun, karena banyak buku cerita termasuk karya-karya Enid Blyton seperti Lima Sekawan, saya malah jadi keranjingan. Maka, saya yang jarang jajan memilih membeli buku atau benda koleksi dari uang tabungan saya. Sehingga, waktu kecil saya memiliki ‘perpustakaan kecil’. Sekarang, saya memiliki ribuan buku, bahkan saya berupaya membuat perpustakaan online. Hanya saja masih belum sempurna karena masih ingin saya kembangkan (bisa ditengok di pustakabhayu, masih versi alfa).

Kini, tentu saja membaca bak makan dan minum bagi saya. Sangat ketagihan! Di waktu luang, meski sempit, saya berupaya membaca.  Apalagi kalau waktu luangnya banyak seperti di hari Minggu ini. Bahkan seperti Bung Karno, saya juga membawa bacaan saat harus ke WC. Rasanya malas saja kalau harus jadi orang pemalas.

Karena itu, terutama saat sedang mengajar atau memberikan training, saya berupaya mengajak peserta untuk rajin membaca. Sebab membaca memperluas wawasan kita dan membuat makin bijak. Kita jadi tahu bahwa kita sebenarnya tidak tahu. Karena menurut Aristoteles, orang paling bijak justru orang yang tahu bahwa dirinya tidak tahu. Sebaliknya yang paling bodoh dan pandir adalah orang yang merasa dirinya tahu segalanya padahal dia tidak tahu apa-apa alias dia tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu.

Membaca akan menguakkan fakta-fakta baru, hal-hal baru, dimensi-dimensi baru. Di samping itu akan membuat kita menghargai pemikiran orang lain dengan cara mencantumkan rujukan dan referensi kepada buku yang kita baca apabila kita hendak membuat tulisan.

Yang belum kesampaian justru menerbitkan tulisan menjadi buku yang diterbitkan penerbit besar (kalau oleh yang independen dan kecil alhamdulillah sudah). Maka dari itu, saya mencanangkan target untuk diri sendiri agar bisa menyelesaikan sejumlah proyek buku pada Desember ini. Pemicu saya justru buku yang sudah diterbitkan oleh rekan-rekan saya. Antara lain oleh Rene Suhardono (seperti foto ilustrasi dimana saya sedang membaca bukunya Your Job is Not Your Career, Rene sendiri sudah berkomentar positif atas foto tersebut di FaceBook) dan Muhammad Ikbal. Kedua buku ini sudah pernah saya singgung dalam tulisan terdahulu. Apalagi selain kedua nama itu sebenarnya sudah banyak teman yang menulis buku. Semua itu justru membuat saya makin gatal saja. Doa’kan ya LifeLearner, semoga saya bisa mengejar target saya sendiri. aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s