The Twilight Saga: Eclipse – Resensi Film

Saya bukan penggemar novel seri Twilight, karena itu biasanya saya melewatkan filmnya seperti yang terdahulu. Namun kali ini saya mencoba menonton salah satu sekuelnya: Eclipse. Menontonnya pun tak tanggung-tanggung di kelas Premiere bioskop jaringan XXI. Saya berharap pengalaman dahsyat akan saya alami. Selain itu, tentu saya harap-harap cemas apakah saya akan mengerti ceritanya dan terkagum-kagum karena kerumitannya mengingat saya sama sekali tak pernah membaca novelnya atau menonton film sekuel terdahulu.

Ternyata, kedua harapan itu tak terpenuhi.

Sorry to say buat penggemar novel dan film seri Twilight, cerita film ini terlalu mudah ditebak. Di sekuel film ini inti ceritanya cuma cinta segitiga antara karakter Bella yang berkomitmen untuk menikah dengan Edward-vampire, namun masih menaruh hati pada Jacob alias Jake-werewolf (seperti posternya). Sebuah jalinan kisah ala sinetron atau telenovela yang penuh drama dan tak butuh pemikiran mendalam. Dari segi cerita, (rencana) oktalogi film Harry Potter yang sering dianggap film anak-anak masih lebih rumit dan penuh intrik. Tak heran memang melihat penggemar serial novel Twilight ini kebanyakan memang ibu-ibu muda dan gadis-gadis remaja plus ABG cewek, segmen pasar yang sama dengan sinetron dan telenovela. Saya sampai tak merasa perlu menulis ceritanya karena inti keseluruhan film ya cuma itu. Kalaupun ada variasi hanya beberapa flashback dari masa lalu Jasper atau kehadiran pemimpin vampire bernama Volturi pasca pertempuran. Terjalinnya kerjasama antara werewolf dengan vampire juga lumayan untuk dilihat.

Adegan pertempuran antara vampire dari Newborn Army dengan werewolf yang bekerjasama dengan vampire dari klan Cullen yang penuh special effect besutan CGI malah biasa saja. Bahkan bagi saya masih jauh lebih menarik Van Helsing (2004) yang menceritakan perburuan vampire oleh ahlinya atau Daybreakers (2009) yang menceritakan vampire telah menjadi penguasa bumi dan memburu manusia. Adegan pertempurannya malah di bawah The Chronicles of Narnia: Prince Caspian (2008) yang bagi saya sudah cukup biasa. Kenapa dibandingkan dengan Narnia? Karena sama-sama menampilkan sosok binatang rekayasa CGI yang berkelahi atau bertempur. Oh ya, cuma mengingatkan, karakteristik vampire di sini beda dengan di Van Helsing atau Bram Stoker’s Dracula (1992) lho, lebih mirip Daybreakers kalau mau dibandingkan. Karakter werewolf-nya juga berbeda dengan yang biasa dikenal dimana hanya berubah di saat bulan purnama, sementara di film ini adalah sebuah klan suku mirip Indian dan mereka bisa berubah menjadi serigala jadi-jadian kapan saja semau mereka. Tentu saja juga beda dengan karakter werewolf-nya Logan di serial X-Men yang bernama Wolverine.

Banyak adegan lambat dan dialog membosankan dalam film ini. Akting para pemain bak pemain kelas sinetron  Indonesia saja, bukan kelas film Hollywood. Bahkan saya terkejut saat tahu pemeran Volturi adalah Dakota Fanning, aktor cilik yang beranjak remaja. Perannya  ‘nyaris tak terlihat’. Padahal perannya sebagai Pita di Man of Fire (2004) yang ciamik masih terngiang di benak saya. Semua itu sempat membuat saya dan pasangan saya tertidur beberapa jenak. Saya bahkan tidak tertidur saat menonton film ala JIFFEST macam The Curious Case of Benjamin Button (2008) atau The English Patient (1996). Sungguh bukan film yang cocok bagi orang yang memang tidak menyukai sinetron dan telenovela seperti saya. Karena itu, kecuali Anda memang penggemar fanatik novelnya atau penggemar kisah drama-romantik ala Harlequin, saya tidak menyarankan film ini. Beda soal kalau Anda memang pembaca setia serial novel Twilight, malah sebaliknya film ini tak boleh dilewatkan.

Kunjungi RESENSI-FILM.com untuk membaca resensi lainnya

(klik nama situs di atas atau klik gambar di bawah ini)

resensi-film header for lifeschool

2 responses to “The Twilight Saga: Eclipse – Resensi Film

  1. Ping-balik: The Twilight Saga : Eclipse « my Blog's my World·

  2. Ping-balik: Resensi-Review oleh Bhayu MH » Blog Archive » The Twilight Saga:Eclipse·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s