Knight and Day – Resensi Film

Film ini menjadi pengobat rindu bagi penikmat film yang mendambakan aksi sosok ganteng Tom Cruise dan tingkah Cameron Diaz. Walau harus diakui ide dasar film ini sebangun dengan Mr. and Mrs. Smith (2005) yang diperankan Brad Pitt dan Angelina Jolie. Toh, aksi laga penuh special effect menjadi elemen yang menarik hati. Ditambah lagi adegan kejar-kejaran dengan mobil dan motor di Paris dan Madrid, membuat mulut berdecak kagum. Entah sudah berapa film dibuat dengan setting Paris dengan jalan-jalan kecilnya yang eksotis, namun saya justru paling teringat film Taxi (2004) yang antara lain dibintangi Queen Latifah dan Bourne Identity (2002) yang diperankan oleh Matt Damon.

Khusus untuk film terakhir tadi, justru Knight and Day ini bisa dibilang versi action-comedy dari salah satu trilogi film action tentang spionase itu. Betapa tidak, meski sepanjang film penuh adegan kejar-kejaran dan tembak-menembak, tapi tingkah konyol Cameron Diaz yang memerankan karakter bernama June Havens dan dialog dengan karakter Roy Miller (Tom Cruise) lebih terasa mendominasi. Sehingga bagi saya, alih-alih ngeri kepada adegan action ala Jacky Chan -karena konon Cruise dan Diaz banyak melakoni sendiri-, tapi justru tawa yang banyak timbul. Walau begitu, humor yang muncul masih cerdas dan tidak jatuh ke slapstick.

[spoiler alert]

Adegan dibuka di sebuah airport yang berada di Wichita, dimana June mengalami kesulitan saat reservasi pesawat, padahal sudah ok. Ia pun sempat bertabrakan -bahkan dua kali- dengan Roy. Dan saat Roy sudah di dalam pesawat, tiba-tiba pramugari mengatakan ada kursi untuk June. Dan jadilah June terbang satu pesawat dengan Roy. Di dalam, ternyata banyak sekali bangku kosong. Padahal di pintu pramugari mengatakan pada June bahwa bangku sudah terisi penuh. June -meski heran- menganggap itu wajar. Bahkan masih belum ngeh saat Roy menghabisi seluruh penumpang dan kru pesawat karena mereka semua ternyata komplotan yang hendak membunuh dirinya. Sebabnya, saat semua itu terjadi, June sedang di toilet sibuk mematut diri  dan mengatur strategi pendekatan kepada Roy karena ia memang jarang berinteraksi dengan pria. Di scene ini, meski adegan laganya keren, tapi tetap memancing tawa justru karena kekonyolan June yang tak percaya pada cerita Roy.

Cerita selanjutnya berkisar pada kejar-kejaran antara Roy yang ternyata seorang agen rahasia pemerintah A.S. (berarti seharusnya CIA, tapi lencana yang ditunjukkan oleh rekan-rekan Roy lencana FBI) dengan rekan-rekannya sendiri yang dipimpin Special Agent Fitzgerald. Musababnya, Roy dituduh hendak menjual baterai super yang tahan selamanya tanpa di-charge yang tenaganya mampu menghidupi sebuah kota. Baterai yang masih baru dibuat satu prototype-nya itu bernama “Zaphyr” dengan penciptanya seorang jenius yang bahkan tidak lulus SMA bernama Simon Feck. Meski pesawat yang ditumpangi Roy dan June jatuh, tapi berkat kepiawaian Roy, June tetap bisa menjadi pendamping pengantin (bridesmaid) bagi adiknya, April.

Sempat terjadi kebingungan dalam diri June karena rekan-rekannya di agensi menuduh justru Roy yang hendak menjual “Zaphyr” kepada Antonio, seorang pedagang senjata internasional. Akibatnya ia sempat mengkhianati Roy. Namun terbukti Roy justru pihak yang benar. Bahkan June pun akhirnya berhasil menemukan identitas asli Roy yang ternyata dianggap telah meninggal dalam perang oleh orangtuanya, karena memang versi itu yang dikabarkan pemerintah. Roy yang ternyata aslinya bernama Matthew Knight itu membalas budi kepada orangtuanya dengan mengatur agar orangtuanya memenangkan undian berhadiah jutaan dollar bahkan lebih dari sekali. Dan kata kunci yang diingat June saat bertandang ke rumah orangtua Roy justru karena Roy mengatakan pernah menjadi “Eagle Scout” (pangkat tertinggi Pramuka A.S., di sini setara Pramuka Garuda), dan ia melihat foto Matthew yang adalah Roy sewaktu mengenakan seragam kebanggaannya itu.

Tentu saja sebagai film bergenre comedy ending dari film ini pastilah happily ever after. Bahkan di akhir film June berbalik menyelamatkan Roy yang “diamankan” oleh rekan-rekan agensinya. Kata “diamankan” ini -seperti justru diingatkan Roy kepada June di awal film- berarti “akan dibunuh”. Dan mereka pun kemudian berhasil kabur dari rumah sakit dengan cara yang lucu, bahkan dialognya pun memancing tawa. Bagi saya, film ini sangat layak tonton sebagai hiburan penyegar. Tapi memang jangan berharap “got something” dari film ini, karena acting Tom Cruise masih seperti di Mission Impossible 1,2,3 (1996,2000,2006) dan Cameron Diaz masih seperti Charlie Angels (2000). Biasa banget…

Kunjungi RESENSI-FILM.com untuk membaca resensi lainnya

(klik nama situs di atas atau klik gambar di bawah ini)

resensi-film header for lifeschool

One response to “Knight and Day – Resensi Film

  1. Ping-balik: Knight and Day : Resensi-Review oleh Bhayu MH·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s