Valentine & Imlek

Amat jarang, kedua hari raya yang asalnya berasal dari dua kepercayaan berbeda ini bisa bertemu di hari yang sama. Valentine, memang selalu dirayakan pada 14 Februari. Akan tetapi Imlek, karena menggunakan penanggalan Cina yang menggunakan metode lunar system, bukan sonar system akan terus berubah tiap tahun. Ini karena kalender Gregorian yang digunakan secara internasional menggunakan perhitungan sonar system.

Kedua perayaan tersebut berasal dari tradisi kepercayaan atau agama, namun kini sudah melebur menjadi budaya malah menjadi konsumsi kapitalisme pula. Valentine’s Day atau hari Valentine konon awalnya adalah hari raya umat Katolik. Sementara Imlek adalah perayaan umat Khonghucu. Kini, Imlek memang masih menyisakan nuansa agama, akan tetapi Valentine’s Day sudah tidak.

Maka, bagi saya aneh kalau dalam perayaan yang sudah mencair ini masih ada pemimpin agama lain yang melarang umatnya berinteraksi dengan umat beragama lain. Walau, tentu saja dalam soal ibadah, saya tetap berpendapat “lakum dinukum wa liya diin”. Namun kalau sekedar perayaan ala kapitalisme sih boleh-boleh saja. Jadi, kalau saya sebagai umat Islam, yang haram adalah pergi berdo’a di gereja untuk St. Valentinus atau ke kelenteng untuk ikut membakar dupa dalam Xin Cia. Tapi, kalau dalam rangka Valentine memberi hadiah orang tercinta atau menonton barongsai saat di mal ada perayaan Imlek, tentu tidak apa-apa.

So, Happy Valentine & Gong Xi Fat Choi!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s