Arogansi vs Kebanggaan

Kemarin, tulisan di blog ini yang isinya antara lain membahas soal “Evan Brimob” mendapatkan tanggapan cukup tinggi. Sepanjang hari kemarin, blog ini mendapatkan 405 kunjungan (hits). Rupanya, arogansi Evan Brimob di akun FaceBook-nya membuat banyak pengguna internet penasaran. Setelah statusnya ‘dihajar’ FaceBookers dan juga dimuat di berbagai situs berita, akhirnya Evan pun mengubah pandangannya dan meminta maaf (berita baca di sini). Bahkan tindakannya itu membuat Mabes Polri pun terpaksa meminta maaf melalui pernyataan Wakil Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Wakadivhumas) Brigjen Pol. Sulistyo Ishak. (berita baca di sini). Rupanya, sebagai anak muda yang kebetulan merupakan anggota Brimob, Evan tidak mengira arogansinya mendapatkan tanggapan luas secara nasional. Bahkan, membuat repot institusi yang menurutnya dibelanya itu.

Hari ini, kita bisa belajar bagaimana sebuah arogansi bisa bermula dari kebanggaan yang berlebihan. Dalam Islam, kebanggaan pada diri sendiri disebut “ujub”. Bila anda ingat pada tulisan saya tentang narcissme atau narsis (baca ulang di sini), ujub ini sangat dekat dengan kelainan kejiwaan tersebut. Awal dari narcissme adalah kekaguman pada paras wajah sendiri yang memang rupawan. Namun, kekaguman itu ternyata berujung pada kesimpulan “saya memang layak punya wajah rupawan dari semula”. Narkissos lupa bahwa wajahnya itu ada yang menciptakan: Tuhan. Ia beranggapan bahwa sudah ‘dari sono’nya wajahnya se-rupawan itu.

Kebanggaan sebenarnya hal yang wajar, mengingat tiap manusia berupaya menegakkan eksistensinya sendiri. Akan tetapi, kebanggaan yang melebihi batas akan menjadi sebuah arogansi atau kesombongan. Dan di agama mana pun, kesombongan merupakan sifat tercela. Apalagi dalam Islam, kesombongan adalah satu-satunya sifat ALLAH SWT yang tidak boleh digunakan oleh manusia. ALLAH SWT berfirman dalam sebuah hadits qudsi:

“Kesombongan adalah selendangku dan keagungan adalah adalah kainku. Maka barangsiapa yang menyelisihi-Ku pada salah satunya, Aku akan lemparkan dia ke dalam neraka.” (HR Abu Dawud)

Kebanggaan biasanya disebabkan oleh hal-hal seperti status sosial, penampilan fisik, penguasaan materi, pencapaian prestasi hidup  atau bentuk-bentuk kelebihan lain. Kebanggaan yang dimiliki Evan tentu saja karena ia tidak hanya berhasil menjadi anggota Polri yang tentu melalui tahapan seleksi yang tidak mudah, melainkan lebih dari itu ia juga berhasil pula masuk ke kesatuan Brigade Mobil (Brimob). Ini adalah kesatuan elite dalam struktur Polri dimana ia memiliki sifat nyaris seperti pasukan komando militer.

Saya tidak tahu apakah Evan beragama Islam atau tidak, hanya saja dari sisi agama saya, kesombongan merupakan sebuah tindakan yang dipandang mendekati kemusyrikan. Sementara musyrik adalah dosa besar yang tak terampuni kecuali dengan at-thobatan ghulam an-nasuha (tobat besar secara total). Kenapa begitu? Karena seperti hadits yang sudah disitir di atas, sombong adalah sifat ALLAH SWT saja. Hanya ALLAH SWT sajalah Yang Maha Sombong (Al Muttakabirun) karena memang hanya Dia-lah Sang Maha Pemilik Segalanya. Sementara kita, sebagai makhluk, harus menyadari bahwa di atas langit selalu ada langit. Artinya pasti ada orang yang memiliki kelebihan dibandingkan yang kita miliki. Bahkan, andaikata pun nama kita tercatata di Guiness Book of World Records sebagai yang “ter-“, satu saat pasti ada yang mematahkan rekor kita.Karena itulah sehebat apa pun kita, siapa pun kita, hendaknya sikap tawadhu selalu menjadi pedoman. Semoga tidak hanya Evan, tapi kita semua dapat memetik hikmah dari perbuatan arogan ‘oknum’ anggota Brimob yang kebanggaannya kebablasan menjadi kesombongan itu…

Wallahu ‘alam bishawab.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s