Koneksi & Komitmen

Hari ini saya mengikuti rapat pembentukan pengurus baru sebuah ormas yang dipimpin oleh seorang mantan menteri. Ditelepon cuma sehari sebelumnya oleh Sekjen ormas tersebut, saya diminta datang langsung ke rumah sang mantan menteri tersebut. Well, saya sebenarnya ‘orang cabutan’ saja, didaulat jadi notulis pada saat mereka mengadakan Rakernas beberapa waktu lalu. Dan rupanya sang Sekjen menganggap saya potensial dan masih mengingat saya. Alhamdulilllah.

Meski datang terlambat, dalam rapat yang cuma dihadiri sekitar 10 orang itu dengan mudahnya susunan pengurus baru dibentuk. Di dalam keanggotaannya ada sejumlah nama terkenal. Dan saya yang cuma ‘coro’ ini kebagian sebagai Wakil Ketua Bidang. Lumayan. Wong datang juga jarang ‘ujug-ujug’ jadi pengurus. Hehe.

Tapi saya ini orang yang punya komitmen kuat. Biar dibilang gendeng atau sinting oleh seseorang, saya toh memiliki komitmen luar biasa saat sedang memiliki koneksi dengan seseorang atau sesuatu. Setidaknya, saya berusaha sebisa saya mengerjakan tugas saya yang terkait dengan orang atau suatu institusi. Meski ada yang terlambat, namun lebih baik daripada tidak sama sekali. Karena itu, saya bertekad menjalankan tugas sebaik mungkin setelah resmi dilantik sebagai pengurus ormas tersebut.

Dari rapat kecil itu, saya mendapatkan banyak pelajaran, seperti halnya saat menjadi sekrup imut dari tim sukses kandidat capres-cawapres, bahwasanya koneksi itu penting. Punya komitmen kuat baru bisa terbuktikan kalau kita sudah berhasil menjalin koneksi. Dan koneksi itu baru afdhal saat seseorang diingat namanya oleh orang lain saat ia hendak merekomendasikan suatu kebutuhan atau keahlian.

Di antara LifeLearner pembaca blog ini saya tahu ada nama-nama besar yang mungkin tertawa membaca tulisan ini. Saya mohon maaf kalau begitu. Tapi jujur saja, saya seperti katak yang baru keluar dari tempurung. Padahal, saya merasa sudah open minded dan pergi ke mana-mana. Ternyata, masih ada dunia penuh ‘orang super’ yang kalau bikin sesuatu tinggal rapat kecil dan jalan. Sementara saya, menyuruh anak buah kerja yang benar saja terkadang tidak bisa optimal.

Dunia penuh ‘orang super’ itu adalah mereka yang langsung atau tidak langsung ikut mengatur republik ini. Dalam rapat kemarin misalnya, dibicarakan tentang para penyandang dana ormas itu yang saya yakin siapa pun akan kecut mendengar namanya. Kenapa? Mereka adalah para big boss pemilik berbagai konglomerasi perusahaan di negeri ini. Jumlah mereka yang cuma 2 % itulah yang menguasai 98 % uang di negeri ini.

Jadi, pergunakan waktu Anda untuk membangun koneksi, kalau mau masa depan gemilang. Di samping itu, tunjukkan pula komitmen bila sedang mengerjakan sesuatu. Niscaya sukses di tangan Anda, tanpa perlu ikut arisan berantai lebaran yang ramai diberitakan tapi ternyata cuma tipu-tipu itu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s