X-Men Origins: Wolverine – Resensi Film

Wolverine poster 4 lifeschool dot comDi internet, versi belum diedit film ini beredar cukup luas, namun saya malah belum menontonnya sampai saya sudah menonton film ini di bioskop dan mencari referensi untuk menulis resensi ini. Bagi saya, kehadiran film ini merupakan ‘angin segar’, semata karena alasan subyektif: saya suka komik apalagi yang diangkat ke film. Akan tetapi, jujur saja film ini membuat saya cukup kaget selain senang. Sebabnya pasca triloginya, saya tidak menyangka akan muncul prekuel lagi dari seri X-Men. Andaikata ini dilanjutkan terus, mungkin seri X-Men bakal jadi seri film bioskop terbanyak mengalahkan Harry Potter yang hampir pasti dibuat 8 judul. Sebabnya, seperti Mahabharata, cerita X-Men cukup kompleks sebab memiliki banyak sampiran di samping cerita utamanya. Sampiran itu umumnya berupa biografi masing-masing tokoh yang ambil bagian, baik protagonis maupun antagonis.

Nah, film ini adalah sampiran itu. Bercerita mengenai riwayat hidup Wolverine, mutant yang kelak menjadi tokoh utama dari The X-Men. Sebagai mutant, mereka berbeda dari manusia biasa. Masing-masing punya kelebihan yang malah tampak jadi keanehan karena tidak lazim. Dan upaya menemukan jati dirinya sebagai mutant yang ternyata bisa berguna bagi dunia itulah inti kisah ini.

Sebagai mutant, James Howlett tahu saat dia marah, ada semacam tulang yang keluar dari punggung tangannya. Di samping itu, ia sendiri mudah sekali sembuh dari sakit atau luka. Dan ia melakukan pembunuhan pertamanya terhadap ayah Victor Creed temannya,  bernama Thomas Logan. Itu sebagai balas dendam atas kematian ayahnya John Howlett karena dibunuh Logan. Saat sekarat, Logan memberitahu bahwa James adalah anaknya juga. Hal itu karena itu James -Elizabeth Howlett- berselingkuh dengannya.  Kedua anak itu kemudian lari dari rumah bersama-sama.

Selama bertahun-tahun keduanya saling bahu-membahu. Karena mutant, mereka tidak bisa mati, kecuali dipenggal kepalanya. (Saya malah jadi ingat The Highlander, he!). Karena itu, mereka berkali-kali ikut perang membela negaranya. Mulai dari Civil War, Perang Dunia I & II, bahkan Perang Vietnam. Saat di Vietnam inilah Victor membunuh atasannya yang mencoba mencegahnya memperkosa seorang wanita.  James yang membelanya pun akhirnya ikut ditangkap. Mereka dihukum mati dengan ditembak. Tapi tentu saja mereka tak mati.

Keistimewaan mereka inilah yang kemudian diketahui oleh seorang agen khusus pemerintah federal yaitu Mayor William Stryker. Ia menawari mereka berdua bergabung dalam Team-X. Tim ini ternyata beranggotakan mutant seluruhnya dengan kemampuan berbeda-beda. Mereka adalah Fred Dukes yang sangat kuat hingga mampu menahan tembakan meriam, John Wraith yang mampu berteleportasi, Chris Bradley atau Bolt yang bisa mengontrol segala peralatan listrik atau elektronik dengan pikiran, penembak jitu Agent Zero, dan Wade Wilson seorang pemain pedang handal yang tak berhenti bicara.

Tim itu pecah saat mereka memburu pecahan meteorit di Lagos, Nigeria dan membunuhi penduduk sipil tak berdosa. James yang mengganti nama belakangnya menjadi Logan tak mau lagi bergabung. Tim dibubarkan.

Logan kemudian menyepi ke pegunungan Kanada dan hidup bersama pacarnya Kayla Silverfox. Ia berprofesi sebagai penebang pohon. Tapi kemudian ia didatangi Stryker yang memberitahu bahwa satu per satu rekannya di Team-X dulu terbunuh, termasuk Bradley. Stryker memintanya bergabung kembali namun Logan menolak. Barulah saat Kayla dibunuh oleh Victor, ia lalu mencari cara membalas dendam. Maka, saat Stryker datang memintanya bergabung untuk kedua kalinya, Logan setuju.

Logan dibawa ke sebuah fasilitas riset rahasia. Di sinilah ia kemudian dioperasi untuk disuntikkan cairan hasil peleburan batu meteorit yang dulu dicari di Nigeria: adamantium.  Sebelum dioperasi, karena kemungkinan gagal besar, ia ditanya akan diukir dengan nama apakah dog-tag (kalung identitas di leher)-nya nanti. Logan menjawab “Wolverine” karena teringat pada cerita Kayla tentang legenda serigala yang merindukan bulan. Setelah operasi berhasil, Wolverine disebut sebagai Weapon X. Cerita lantas berlanjut pada upaya Wolverine membalas dendam. Ia kemudian berhadapan dengan Victor yang sudah menjadi “Sabretooth” dan Stryker sendiri yang dinilainya mengkhianatinya.

Saya sengaja tidak meneruskan cerita hingga akhir karena alasan “spoiler-alert”. Sekedar menambahkan, di film ini pemirsa akan disuguhi aksi dari Weapon XI atau Deadpool yang semula adalah Wade. Juga penampilan awal dari Scott Summers yang kelak menjadi Cyclops dan Gambit, mutant ahli ilusi. Juga tentu saja ada Profesor Charles Xavier yang kelak menjadi ‘maha guru’ The X-Men.

Buat saya, film ini menarik, penggambarannya sangat sesuai dengan komik meski tentu saja ada bagian di komik yang tidak diuraikan detail di film. Misalnya misi Team-X yang hanya digambarkan sepintas. Misi terbesar melawan Super Agent bernama Omega Red justru tidak digambarkan.

Melihat film ini serta-merta membuat saya teringat Batman Begins, yang juga merupakan prekuel dari serangkaian film Batman yang dilayar-lebarkan. Sementara adegan pertempuran di akhir film malah mirip James Bond: Quantum of Solace. Toh, bagi penyuka film bergenre action dan terutama yang diangkat dari komik, film ini tak boleh dilewatkan. Walau banyak kritikan katanya special effect-nya terlalu biasa. Padahal, buat saya, penggambaran film ini cukup bagus dan akurat, pendeknya berhasil memfilmkan komik seolah menjadi kejadian nyata. Kecuali satu adegan di mana Wolverine meninggalkan bangunan terbakar yang meledak di belakangnya. Itu baru basi! 80-an banget!

(oleh Bhayu Mahendra H., diposting di http://www.lifeschool.wordpress.com)

 

Kunjungi RESENSI-FILM.com untuk membaca resensi lainnya

(klik nama situs di atas atau klik gambar di bawah ini)

resensi-film header for lifeschool

2 responses to “X-Men Origins: Wolverine – Resensi Film

  1. I like the review.

    Tapi bukankah Harry Potter hanya sampai jilid 7. Dan tunggu 1-2 tahun lagi bakal ada X-Men Origins : Magneto.

    Salam kenal😀

    • Buku Harry Potter memang hanya sampai jilid 7. Tapi buku seri terakhirnya rencananya akan dipecah jadi 2 film karena terlalu panjang. Begitu info yg sy baca.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s