Persistence

Kata ini pertama kali saya lihat di rumah seorang yang ketika itu adalah sahabat saya. Terukir indah sebagai rangkaian kata motivasi yang tergantung di dinding ruang tamunya. Waktu itu, dengan bahasa Inggris saya yang pas-pasan, saya tidak tahu artinya. Setelah saya tahu, ternyata memang itulah kuncinya menuju kesuksesan.

Tadi malam, partner bisnis saya menghadiri sebuah acara sharing dengan pembicara Pendiri dan Komisaris Utama PT Kalbe Farma, Tbk yaitu Dr. Boenjamin Setiawan. Beliau lagi-lagi mengutarakan kata yang sama: Persistence.

Sebenarnya, apa sih persistence itu? Kalau melihat kamus, secara harfiah artinya adalah ketekunan. Kata itu bisa pula diartikan sebagai keteguhan menjalankan sesuatu.

Segala sesuatu akan berbuah apabila kita tekun menjalaninya. Lihatlah ke alam, tidak ada pohon yang baru ditanam dari bibit langsung berbuah keesokan harinya bukan? Semua butuh proses. Tidak ada yang instan. Dan dalam hidup ini, celakanya kita kerapkali tidak tekun dan sabar terhadap proses itu. Lihatlah tawaran yang marak di internet. “Tanpa kerja jadi kaya”, “Modal Dengkul Duit Sebakul”, dan iming-iming lain. Padahal, itu cuma penipuan belaka. Yang tambah kaya cuma yang buat sistem, kita yang menyetor uang ya pastinya hilang modal. Berkali-kali ikut seminar, bertemu orang-orang hebat, rasanya tidak ada yang mengklaim sukses dalam sekejap. Yang ada cuma dipercepat. Bahkan Tung Desem Waringin (TDW) yang mengajarkan Financial Revolution pun jelas perlu proses dalam mewujudkan mimpinya.

Hal itu juga dipertegas oleh Dr. Boen. Ia menyatakan sebelum akhirnya Kalbe Farma berkembang, ia telah empat kali membuat usaha dan bangkrut. Tapi itulah mental pengusaha atau entrepreneur sejati. Gagal dijadikan modal, tumbang diubah jadi peluang.

Persistence juga berarti tidak bosan-bosannya melakukan upaya yang itu-itu juga. Atau dengan kata lain, persistence adalah tidak mudah menyerah. TDW pun menegaskan, “banyak orang mengalami kejadian seperti seseorang yang menggali emas. Mereka menghentikan penggalian emas tersebut 30 cm sebelum cangkulnya kena emas.” (Financial Revolution. 2005:30) Persistence berarti tidak berhenti menggali sebelum cangkul kita kena emasnya. Tidak peduli itu masih sedalam 10 cm atau sudah 10 m kita menggali.

Sulit melakukannya. Bahkan mengatakannya saja sebenarnya sudah sulit. Karena dalam persistence bukan cuma kesabaran pasif, tapi juga ada faktor ikhtiar keras dan ulet. Kita harus setangguh emas yang kita hendak tuju itu sendiri. Dan menjadi emas, memang jauh lebih sulit daripada menjadi sekedar loyang belaka.
(Oieh: Bhayu Mahendra H., diposting di http://www.lifeschool.wordpress.com)

2 responses to “Persistence

  1. Ping-balik: Earn Your Seat - Journeys to Share·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s