Bahaya Situs Social Networking

Di era web 2.0 ini, tiap orang yang melek internet seperti berlomba menampilkan dirinya di situs jejaring sosial. Anda pasti tahu, situs ini adalah semacam Friendster, Facebook, Tagged, Hi5, atau Flickster. Bermacam data pribadi bisa ditampilkan, mulai sekedar tanggal lahir sampai riwayat hidup lengkap bak mau melamar kerja. Tidak ada yang salah memang, cuma bagi saya tindakan ini kok seperti ‘menelanjangi diri sendiri’ ya? Tentu saja, itu kalau berlebihan. Masalahnya, saya melihat banyak sekali orang yang memperlihatkan rahasia hidupnya dengan mudah. Dan sebenarnya ini berbahaya.

Tanpa bermaksud menakut-nakuti, saya memaparkan kejadian yang pernah saya alami. Saya lupa bulannya, tapi itu tahun lalu, tiba-tiba suatu hari ibu saya ditelepon seseorang, mengabarkan anaknya mengalami kecelakaan. Kontan ibu saya panik. Dan Anda pasti tahu ujungnya: si penelepon meminta ditransfer uang untuk biaya rumah sakit. Beruntung, ayah saya masih di rumah sehingga lebih tenang menangani situasi. Ada beberapa keanehan dari si penelepon: tidak tahu nama anak orang yang ditelepon melainkan hanya bilang “anak bapak…. namanya siapa itu…” berpura-pura lupa berharap yang ditelepon terpancing menyebut nama yang diinginkannya. Dan keanehan kedua: si penelepon bilang anak bapak saya masih sekolah dan kecelakaan jatuh dari bus. Terhindarlah keluarga kami dari upaya penipuan.

Dalam kasus lain yang dialami teman sekantor sahabat saya -sebutlah A-, tiba-tiba ada orang yang mengaku temannya -sebutlah B- menelepon. Ia meminta bantuan uang karena istrinya perlu operasi. Dan diluluskanlah permintaan itu. Beberapa waktu kemudian, yang A bertemu dengan B yang namanya dipakai si penelepon dan menanyakan kabar istrinya. Tentu saja B kaget, karena ia tidak pernah merasa menelepon dan istrinya baik-baik saja. Nomor telepon yang masuk pun bukan nomor HP-nya. Tapi, si penelepon begitu meyakinkannya karena mencatut data-data si B dengan benar. Misalnya pekerjaan atau sekolah.

Darimana lagi data itu didapat kalau bukan dari situs jejaring sosial alias social networking? Karena cara lain lebih sulit, misalnya menyogok petugas kelurahan atau staf s.d.m. perusahaan yang punya data seseorang. Ada lagi cara lama lewat buku telepon untuk mengetahui nama dan alamat plus nomor telepon sasaran secara acak. Ini mungkin yang dipakai untuk berusaha menipu keluarga saya. Kepanikan dari yang ditelepon merupakan kunci dari berhasilnya penipuan. Maka, setiap menerima kabar, baik darurat maupun gembira seperti menang undian, stay cool. Selalu cek dan re-cek lagi. Jangan panik, dan juga jangan sueneng berlebihan.

“Waspadalah, waspadalah, kejahatan ada di mana-mana!” begitu pesan Bang Napi.

2 responses to “Bahaya Situs Social Networking

  1. wah mas tulisannya bermanfaat untuk mengingatkan… sayang g bisa di share langsung ke facebook biar makin banyak yang baca….😀

  2. Terima kasih. Silahkan disebarkan, boleh di-copy-paste kok asal jangan lupa menyebutkan asalnya. Saya sudah koneksi ke FaceBook,tapi sepertinya memang setelah tulisan ini dibuat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s