Tahun Baru & Sistem Kalender

Hari ini Jum’at pertama dalam tahun 2009 kalender Gregorian atau yang diklaim sebagai tahun Masehi. Semenjak imperium Inggris Raya mengadopsi sistem penanggalan berdasarkan peredaran matahari -solar system- ini, hampir seluruh belahan dunia terutama yang berada di bawah pengaruh atau jajahan imperium menerimanya. Apalagi kemudian juga ditambah pengaruh imperium Romawi yang juga mengadopsinya dengan menjadikan hari Minggu sebagai “hari Tuhan” dan meliburkannya. Kita kini yang hidup berjarak ratusan tahun menerimanya sebagai taken for granted.

Padahal, masih ada sistem penanggalan lain yang tidak mengikuti sistem tersebut. Setidaknya, kini di dunia masih hidup sistem penanggalan Islam atau disebut tahun Hijriah berdasarkan sistem peredaran bulan atau lunar system, sistem penanggalan Hindu atau disebut tahun Caka, sistem penanggalan Jepang, sistem penanggalan China, dan sistem penanggalan Yahudi. Sedangkan sistem penanggalan Jawa yang sekarang juga masih hidup adalah hasil karya Sultan Agung Hanyokrokusumo dengan berdasarkan pada penanggalan Islam, cuma berbeda sebutan nama-nama bulan dan harinya saja. Jadi saya anggap similar dengan kalender Islam.

Di samping itu kalender yang kini lebih dikenal sebagai kalender Masehi konon dihitung dari tahun 0. Hari 0 di tahun 0 ini konon adalah hari kelahiran Yesus Kristus. Ada logika orang bodoh seperti saya yang tak masuk. Kalau kalender Masehi dimulai dari hari lahir Yesus, kenapa hari kelahiran Yesus dirayakan pada 25 Desember? Ternyata, memang ada masalah dalam perhitungannya. Tanggal lahir Yesus yang sebenarnya tidak diketahui. Adalah seorang rahib yang juga astronom Romawi pada abad ke-6 Masehi yang mengubah sistem penanggalan dunia. Ia bernama Dionysis Exeguus, atau Dionysis si cebol karena memang tubuhnya amat pendek. Ia melakukan perhitungan kelahiran Yesus berdasarkan tahun ditemukannya kota Roma dan kematian Herodes Antipas. Nama terakhir ini disebut dalam Bible sebagai Gubernur Galilea. Akan tetapi Dionysis membuat dua kesalahan. Pertama, ia menghitung tahun kematian Herodes lebih cepat 4 tahun dari yang sebenarnya. Dionysis menghitung Yesus lahir 753 tahun semenjak ditemukannya kota Roma. Karena ia mengira Herodes wafat di tahun tersebut. Padahal, kenyataannya bukti sejarah arkeologis membuktikan Herodes wafat 749 tahun semenjak ditemukan –atau didirikan- nya kota Roma. Artinya, Herodes sebenarnya wafat 4 tahun sebelum kalender Masehi hitungan Dionysis. Kesalahan kedua, ia tidak memakai tahun 0, langsung tahun 1. Berarti, kesalahan hitungan pertama dan kedua mencapai 5 tahun. Maka, kalender Gregorian modifikasi Dionysis yang kita sebut kalender Masehi ini sebenarnya tidak akurat.

Sistem kalender ini penting, karena kita yang lahir zaman ini seolah sudah berada di ‘ujung dunia’. Bahkan, ditemukannya kembali sistem kalender bangsa Maya membuat banyak orang takut. Konon, dengan sistem buatan bangsa kuno yang sejatinya amat maju itu, diramalkan bumi akan mengalami kiamat pada 2012. Untuk soal ini, saya akan bahas pekan depan, oke?

Bhayu M.H.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s