Rasa Manis

Tulisan Emha Ainun Nadjib di harian Kompas kemarin, Sabtu 20 Desember 2008 benar-benar mengguggah saya. Di tengah-tengah aneka problematika masalah bangsa, Emha menyempatkan diri menganalisa satu berita kecil tentang Lia Aminuddin. Saya pernah menulis di sini tentang penangkapan kembali Lia oleh polisi (klik di sini). Gara-garanya dia dituduh melakukan penodaan terhadap agama.

Dan tulisan Emha berjudul “Penjara Sebagai Pertolongan Terendah” membuat saya berintrospeksi kembali. Bahkan, lebih jauh lagi, saya terbangun dari ‘tidur panjang’ saya. Tidur yang diakibatkan oleh hal yang serupa dengan yang jadi pembahasan tulisan itu: terbuai oleh rasa manis.

Menjadi pejalan adalah pilihan hidup saya semenjak lama. Dan tidak mudah memang menapakkan kaki di dua dunia sekaligus. Berada di jalan sepi sekaligus menjaga diri tetap berada dalam kerumunan ramai. Biasanya manusia akan lebih mudah memilih salah satunya saja.

Bagi LifeLearner yang pernah berjalan di jalan yang serupa dengan saya, pasti akan bisa merasakan manisnya jalan itu. Meski sepi, tapi bak jalan menuju tempat peristirahatan yang tertata apik. Tidak ada orang lain di jalan itu karena tempat peristirahatannya sudah kita booking atau reserve. Sayangnya, kerap kali rasa manis yang kita temui di sepanjang jalan membuat terlena dan melupakan tujuan akhir, tempat peristirahatan itu tadi. Padahal, selama nafas manusia masih ada, perjalanan belumlah berakhir.

Dan rasa manis itu ternyata justru lebih banyak dirasakan oleh mereka yang bukan pejalan. Tentu, itu adalah rasa manis yang berbeda. Rasa manis yang justru diakibatkan karena mereka memilih ‘nongkrong di warung kopi’ ketimbang melangkah menyusuri jalan yang terjal.

Dan dari semua rasa manis itu, ternyata memang kitalah yang harus jeli. Karena seperti ditulis Emha: “Supaya kalau ada rasa manis hinggap di lidah, tidak langsung bilang itu gula.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s