Puisi untuk Sekjen PBB-ku

Waktu jua akhirnya yang menang.

Diplomasi sehebat apa pun tak akan kuasa melawan lajunya zaman.

Teknologi semodern apa pun tak bisa menangguhkan kematian.

Engkau pun begitu.

Sesosok nama yang kukenal hanya dari harummu.

Kini benar-benar hanya tinggal nama.

Terpatri rapi di atas nisan.

Tercatat indah dalam sulaman sejarah.

Sungguh, apabila aku bisa terlahir kembali.

Aku ingin menjadi orang sepertimu.

Berhati teguh, berjiwa bersih, berpikir lurus.

Semua demi Pertiwi, bukan untuk pamrih diri.

Selamat jalan, Pak.

Buat saya, Andalah Sekjen PBB sebenarnya.

(kenangan untuk mantan Menlu RI Ali Alatas, S.H. yang wafat kemarin)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s