Internet Marketing (1)

Kalau Anda iseng mengetikkan kata internet marketing di mesin pencari google, apakah yang akan Anda dapatkan? Ada orang Indonesia yang bertengger di nomor satu. Siapa dia? Dialah Anne Ahira.

Pastinya LifeLearner tahu siapa dia.

Konon, penghasilannya dari internet marketing sudah mencapai angka yang fantastis. Keberhasilan inilah yang kemudian ditiru oleh banyak orang. Melakukan bisnis internet, menurut promosinya adalah bisnis minim modal dengan hasil maksimal.

Benarkah?

Penghasilan dari internet bisa didapat dengan sejumlah cara. Salah satunya dengan menjadi afiliasi atau memasangkan iklan pihak lain. Namun cara macam ini akan memakan waktu lama. Karena uang baru dikirim dari penyedia layanan ini setelah uang mencapai jumlah tertentu, sebutlah US$ 100. Layanan ini misalnya disediakan oleh google ad-sense, ad-brite atau amazon.

Cara kedua adalah dengan memasarkan produk 100 % melalui internet. Cara pemasaran lain tidak dipakai terutama karena alasan ketidaktersediaan dana pemasaran. Produk yang dijual dengan cara ini umumnya produk dengan produksi terbatas, atau dipasarkan dengan cara pemasaran langsung (direct selling) seperti produk MLM.

Cara ketiga adalah dengan memiliki web site yang dibutuhkan orang banyak dengan traffic tinggi dan bersih isinya. Dari sini lantas akan muncul pemasang iklan. Website bisa berupa informasi spesifik atau malah portal. Cara ini dijalankan oleh Nukman Hakim, yang merancang internet marketing milis TDA (Tangan Di Atas). Catatan traffic tinggi dan bersih isinya penting, karena traffic tinggi tapi isi (content) tidak bersih, tidak akan mengundang pemasang iklan. Misalnya saja isi yang tidak bersih semacam ini adalah soal seks. Situs yang memuat soal seks selalu tinggi hits-nya, tapi pasti sepi iklan. Tak ada pemasang iklan yang mau ambil resiko membuat citra produknya negatif dengan beriklan di ’lampu merah’.

Ada pula cara keempat yaitu memasarkan produk riil melalui internet. Di sini, penjual memiliki produk riil dengan perusahaan atau toko riil, hanya saja diperluas pemasarannya melalui internet. Banyak perusahaan yang melakukan hal ini, ada yang sekedar untuk citra, tapi juga ada yang benar-benar menjual melalui internet. Contoh hal ini adalah internet banking atau toko online semacam amazon.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s