Berbisnis Sendiri atau Mencari Mitra Usaha ? (III)

Hal kedua adalah memeriksa latar belakang calon mitra Anda. Ini yang kalau di budaya Jawa disebut bibit-bobot-bebet saat orangtua memeriksa calon pasangan hidup anaknya. Bibit berarti keturunan. Dalam bisnis bisa disetarakan dengan memeriksa kelayakan keluarganya. Karena kita di timur, kerapkali keluarga sangat berpengaruh bagi kehidupan seseorang. Ras seseorang juga menentukan cara pandangnya terhadap hidup. Caranya memperlakukan uang juga tergantung dari bagaimana keluarganya hidup. Misalnya, hati-hati berbisnis dengan orang yang Anda tahu berasal dari keluarga penjudi. Bobot berarti keturunan kualitas. Ini menyangkut individu yang bersangkutan. Yah, mirip-mirip membaca CV saat melamar kerja-lah. Sedangkan bebet adalah status sosial atau kedudukan yang bersangkutan di masyarakat. Artinya, dalam bisnis kita harus tahu apakah calon mitra tersebut merupakan orang yang dipandang ‘bersih’ oleh masyarakatnya.
Anda bisa saja memakai kriteria atau cara lain, terserah. Yang penting, Anda harus coba mengecek kredibilitas dan latar belakang calon mitra Anda. Kalau yang bersangkutan pernah ditahan karena kasus penipuan misalnya, tentu kredibilitasnya perlu dipertanyakan.
Cara memeriksa hal ini bisa lewat bertanya langsung, menyelidiki lewat temannya, meminta referensi dari seseorang yang kenal dari yang bersangkutan, bahkan sekedar browsing di internet. Untuk orang yang punya uang milyaran misalnya, rasanya tidak sulit mencar i datanya. Atau, minta yang bersangkutan sendiri menyediakan surat referensi sehingga kita bisa menelusuri asal surat itu. Perhatikan asal sekolahnya, di mana yang bersangkutan pernah kerja, dan juga lokasi tempat tinggal atau kantornya. Lamanya ia tinggal atau berkantor di suatu tempat juga penting. Karena saya pernah punya kasus seseorang mengaku tinggal atau berkantor di suatu tempat, tapi ternyata cuma kontrak. Beberapa waktu kemudian ia sudah pindah dan tak terlacak.

2 responses to “Berbisnis Sendiri atau Mencari Mitra Usaha ? (III)

  1. kebetulan saya sedang merintis usaha bersama mitra bisnis di bidang pariwisata. saya yang membuat website, mereka yang mengatur tamu yang datang.

    semoga saja tidak ada hit and run di dalam bisnis ini.

    persiapan saya untuk ke depannya adalah harus ada hitam di atas putih, perjanjian dibawah hukum RI.

    ya, kalo mereka ngemplang, saya tinggal redirect website saya, karena mereka bergantung pada sales dari internet hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s