Berbisnis Sendiri atau Mencari Mitra Usaha? (II)

Tapi tidak selalu bisnis yang perlu proses panjang perlu mitra bisnis. Yang lebih utama perlu dipertanyakan adalah apakah dalam proses panjang itu sebuah keputusan perlu diambil oleh satu orang saja atau perlu pertimbangan dari kepala lain. Kalau cukup satu orang saja, Anda tidak perlu mitra, tapi perlu anak buah.
Misalnya kalau Anda mau jualan pisang goreng tepung –dinamai apa pun- yang sempat ngetop –tapi ternyata bubble business- beberapa waktu lalu, anda tidak perlu mitra sebenarnya. Ini tentu dengan prasyarat modal kapital alias uang anda kuat. Padahal, dalam bisnis tersebut perlu proses, tapi tidak perlu pengambilan keputusan di tiap proses. Yang Anda butuhkan selain infrastruktur dan peralatan adalah karyawan, bukan mitra.
Ini beda dengan bisnis media misalnya, dimana proses berkesinambungan terjadi dan perlu pengambilan keputusan di tiap proses. Pada dasarnya struktur media dibagi menjadi dua: perusahaan dan redaksional. Keduanya berada dalam naungan manajemen di bawah Pemimpin Umum yang bertindak selaku wakil penerbit atau pemilik. Namun, dalam masing-masing bagian proses yang terjadi otonom. Di sinilah kemitraan diperlukan, karena pengambilan keputusannya cukup rumit.
Tapi rumus sederhana ya apabila anda merasa tidak kuat sendiri, cari teman untuk menggotong beban itu bersama-sama. Kan ada pepatah: ringan sama dijinjing, berat sama dipikul? Di sektor apa pun Anda merasa lemah, cari mitra untuk menutupinya. Asalkan, mitra ini tidak boleh lebih kuat dari Anda, paling tidak setara atau kalau ideal malah lebih lemah. Karena kalau mitra Anda lebih kuat, Anda sebagai inisiator justru akan ‘ditelan’ olehnya. Maka, jadikan saja ia investor, bukan mitra. Walau dengan begitu berarti Anda harus rela bekerja untuknya dan menuruti kemauannya.
Tinggal bagaimana cara memilih mitra ini.
Tentu saja, hal pertama yang paling saya andalkan dalam memilih mitra adalah bak memilih pasangan hidup: chemistry. Kita ‘klik’ nggak sama si calon mitra ini? Kalau saat pertama ketemu sudah nggak sreg, perlu diwaspadai untuk melanjutkan kerjasama. Tapi saran saya, jangan emosional mengambil keputusan dari sekali bertemu saja, cobalah beberapa kali pertemuan bisnis untuk menyamakan visi dan strategi. Bak menjalin hubungan asmara, kencan pertama saja tidak akan pernah cukup untuk mengenal calon pasangan hidup Anda bukan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s