Sang Inspirator

Koran Seputar Indonesia sempat menurunkan laporan khusus di rubrik “Periskop” tentang inspirator pada 8 Juni 2008 lalu. Saya baru ngeh karena begitu banyaknya yang harus saya kerjakan sehingga tak sempat menyimak media massa baik-baik. Dalam laporan khusus 4 halaman tersebut selain dibahas mengenai profesi menggiurkan ini juga dimuat wawancara dan profil singkat sejumlah nama terkenal. Ada Rhenald Kasali, Hermawan Kertajaya, Tung Desem Waringin, Mario Teguh, Husin Yazid, dan Arif Isnaini. Sebenarnya masih ada nama lain namun tentu saja keterbatasan ruangan media dan waktu wawancaralah yang menyebabkan hanya enam nama itu yang dipilih.
Agak rancu pemakaian kata inspirator dan motivator. Karena keduanya seolah disamakan dengan orang yang berprofesi sebagai pembicara publik membicarakan materi pengembangan diri. Juga rancu dengan profesi pakar manajemen dan pemasaran serta konsultan bisnis. Mungkin lebih jauh juga rancu dengan profesi pembicara SDM dan pengembangan diri itu sendiri.
Yang jelas, karena pekerjaannya ‘cuma bicara’, semua orang lantas merasa bisa. Saya agak heran saat bertemu seseorang yang mengaku motivator padahal bicaranya gagap. Lebih heran lagi saat bertemu seseorang yang menulis buku berjudul serupa dengan “cara mudah bagaimana memperoleh uang milyaran” sementara ia sendiri masih naik sepeda motor. Sementara, nama-nama kondang yang kini malang-melintang di jagad permotivasian atau perinspirasian Indonesia sudah terbukti sukses ‘jadi orang’ sebelum jadi motivator atau inspirator.
Mungkin ini dipicu dengan mahalnya tarif profesi ini. Di koran Sindo itu disebutkan, tarif TDW menjadi pembicara satu kali saja sudah setara dengan enam kali pendapatan bulanannya dahulu sebagai Kepala Cabang sebuah bank terkemuka.Dan ini tentu menggiurkan semua orang. Semua ingin sesukses mereka. Masalahnya, ada banyak hal yang tidak diungkap para motivator. Seperti kerja keras mereka membangun karier lebih dulu atau kemampuannya melakukan lobby dan negosiasi. Hal-hal semacam ini jelas tidak akan pernah mereka bagikan kepada siapa pun. Yang patut diingat oleh kita saat membaca buku motivasi atau menghadiri acara inspirational adalah: membaca, melihat, mendengar dan bicara saja tidak cukup membuat seseorang sukses. Yang lebih penting adalah bertindak. Namun yang terpenting adalah ketekunan dan ketabahan. Karena tidak ada jalan kesuksesan yang mudah, Tuan dan Puan yang budiman!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s