HUT Jakarta

481 tahun usia Jakarta hari ini. Bahkan lebih tua dari usia Republik. Hal itu terjadi karena pendirian kota ini memang dilakukan semenjak republik belum ada. Menurut para ahli, kemungkinan besar kota ini didirikan sebagai bandar atau pelabuhan bagi kerajaan Padjajaran. Nama kotanya sendiri waktu itu Kalapa atau Sunda Kelapa. Namun, tanggal ini sebenarnya bukan dihitung dari pertama kali batu pertama diletakkan, karena tidak ada yang mencatat peristiwa semacam itu. Melainkan tanggal saat Pangeran Fatahillah menguasai kota dan mengubah namanya menjadi Jayakarta pada 22 Juni 1527. Ada juga yang percaya nama alias Fatahillah adalah Jayakarta atau Jaketra.
Mengarungi Jakarta kini, tentu beda dengan Sunda Kelapa, Jayakarta, Batavia atau Betawi tempo doeloe. Kalau bicara dengan orang-orang tua, yang dibanggakan dari zaman sebelum ini adalah masalah lalu lintasnya yang tidak sesemrawut sekarang. Bahkan saya masih mendengar cerita dari generasi kakek saya bahwa di tahun 1930-an Belanda masih mengoperasikan trem. Eksotis memang. Karena trem sebagai mass rapid transit atau alat transportasi massal berdampingan dengan dokar dan sepeda yang lebih banyak digunakan rakyat. Sementara kendaraan bermotor hanya segelintir karena hanya dimiliki para pembesar.
Toh kita tak bisa berandai-andai dan terus-menerus klangenan. Zaman berubah, situasi berganti. Jakarta kini menghadapi tantangan yang tidak kecil. Kemacetan sudah mewarnai kehidupan warganya. Saya sendiri merasakan waktu bergerak amat cepat di Jakarta, sementara saat sedang di kota lain seakan waktu bergayut begitu santainya. Aura ketergesaan memburu rezeki memang terasa amat kental di ibukota. Dan rasanya sudah saatnya Gubernur Jakarta yang punya kuasa bak menteri itu memperhatikan kenyamanan warganya. Dan saya melihat niat itu sudah dimulai semenjak masa jabatan kedua Sutiyoso dengan membuat busway dan taman kota. Semoga Fauzi Bowo yang mengaku ahlinya itu mampu membuat Jakarta makin berkilau.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s