10 Perintah Tuhan dan Psikopat

Anda yang beragama Kristiani, apapun denominasinya pasti mengenal 10 Perintah Tuhan. Meski ada perbedaan versi antara dua kitab (Ul 5:6-21 dengan Kel 20:3-17), juga perbedaan tekstual antar denominasi, kesepuluh perintah Tuhan ini secara umum diterima sebagai sebuah ‘standar moralitas’ umat Yahudi dan Kristiani. Secara umum, inilah kesepuluh perintah Tuhan itu (sekali lagi,ada perbedaan redaksional dan urutan antar denominasi. Urutan berikut adalah versi Katolik Roma):

  1. Akulah Tuhan, allahmu. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung.
  2. Jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu, dengan sembarangan.
  3. Tetap ingat dan kuduskanlah hari Sabat.
  4. Hormatilah ayahmu dan ibumu.
  5. Jangan membunuh.
  6. Jangan berzinah.
  7. Jangan mencuri.
  8. Jangan mengucapkan saksi dusta atas sesamamu.
  9. Jangan mengingini istri sesamamu.
  10. Jangan mengingini rumah sesamamu.

Mengapa di hari Jum’at yang suci bagi umat Islam ini saya justru mengetengahkan sepuluh perintah Tuhan? Karena kerap kali kita merasa, asal tidak melanggar kesepuluh hal yang bila melanggarnya secara umum dianggap melakukan ‘kejahatan’ itu, lantas kita sudah baik. Benarkah?

Saya tidak masuk ke wilayah otoritas agama lain, dimana ada yang pemuka agamanya berhak memberikan pengampunan dosa. Untuk agama saya, hanya Tuhan yang dapat mengampuni dan wewenang ini tidak dapat didelegasikan. Namun saya hanya bicara standar moralitas tadi. Apakah bila kita sudah rajin ibadah dan ‘rumongso’ (bahasa Jawa: merasa, tapi lebih dalam maknanya) sudah tidak melanggar perintah Tuhan, lantas kita otomatis jadi orang baik?

Prof. Robert D. Hare, Ph.D. seorang ahli kejiwaan yang juga ahli tentang psikopat dari Amerika Serikat berpendapat, sebagian besar manusia punya kecenderungan psikopatik. Dan psikopat sejati justru bukan seperti digambarkan dalam trilogi film The Silence of The Lambs (1991), Hannibal (2001), dan Hannibal Rising (2007). Melainkan mereka justru hidup di sekitar kita. Orang-orang ini membaur bersama kita sehari-hari dan berinteraksi secara normal. Mereka sulit dideteksi karena 80% justru sanggup memiliki topeng berlapis-lapis. Perilaku psikopatik orang-orang ini justru terlihat saat dengan dinginnya melakukan ‘eksekusi’ terhadap ‘lawan’nya.

Misalnya ada kasus serempetan mobil di jalan, seorang psikopatik tanpa memperhitungkan tingkat kerusakan mobilnya akan langsung menyerang lawannya. Dalam kasus lain di kantor, seseorang akan tega melimpahkan kesalahan pada orang lain seraya dirinya sendiri menghindar sambil tertawa. Pendeknya, apabila Anda senang melihat orang lain susah, itu merupakan tanda jelas bahwa Anda psikopat.

Apa psikopat jahat? Jelas. Mereka sanggup ‘killing you softly’, membunuh dengan perlahan. Apa mereka melanggar kesepuluh perintah Tuhan tadi? Bisa jadi tidak. Karena psikopat cukup pintar dan tahu aturan sehingga mereka akan memanfaatkan kepintarannya untuk melakukan kejahatannya. Banyak psikopat justru berprofesi sebagai psikolog, ahli agama, dokter, hakim, atau polisi. Ini semua dilakukan demi mempelajari hal-hal yang akan menyenangkannya melakukan hobby psikopatiknya. Jadi, jangan heran kalau ada orang yang seolah berlatar belakang agama kuat atau seakan lembut hati ternyata sanggup memakan sesamanya dengan buas. Homo homini lupus. Dia psikopat! Dan psikopat pun bahkan mencoba menyiasati Tuhan!

Maka di hari Jum’at ini, menjelang weekend, saya mengajak Anda untuk merenung dan melihat. Tidak hanya ke sekeliling, tapi juga ke cermin. Apa yang Anda telah lakukan dalam hidup ini? Apabila Anda telah melakukan satu tindakan keji terhadap orang lain, sadarilah bahwa itu tindakan yang tidak akan terlupakan bagi orang itu. Walau Anda meminta maaf sekali pun. Dan hati-hati bila hati Anda bersorak saat merasa ‘ngasorake’ (bahasa Jawa: merendahkan atau mengalahkan) orang lain. Bisa jadi dosa Anda lebih berat daripada melanggar kesepuluh perintah Tuhan tadi sekaligus. Karena dalam agama saya, membunuh orang perlahan itu merupakan fitnah. Dan fitnah lebih kejam dari pembunuhan.

4 responses to “10 Perintah Tuhan dan Psikopat

  1. Setuju dengan tulisan anda, umat Kristiani mengakui juga 10 perintah Tuhan tidaklah cukup, karena itu di dalam perjanjian baru di kuatkan kembali dengan hukum kasih, “kasihilah Tuhan Allah mu dengan segenap hati mu dan kasihilah sesama mu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri”.

  2. Dalam agama apapun pasti mengakui ke-Esa an Tuhan tiada yang lain, mengajarkan berbuat kebaikan. Namun karena perbedaan agama dan keyakinan sering menimbulkan perpecahaan. Memaksakan pendapat bahwa keyakinan”ku” yang paling benar. Kebanggaan Indonesia dengan Bhinneka Tunggal Ika yang diketahui dunia seolah sirna oleh konflik di Ambon, Poso, Teroris. Kapankan kita dapat menjalani perintah Agama dengan sebenarnya sehingga kedamaian tercipta. Eratkan tangan antar pemeluk Agama dengan satu keyakinan Bhinneka Tunggal Ika. Bukankah damai itu indah.

  3. Umat Islam harus peracaya pada 10 perintah Allah yang diturunkan melalui nabi Musa yang juga nabinya umat Islam. Kalao yang mengaku orang islam melaksanakan perintah itu_dipastikan tidak ada bom bunuh diri.

  4. Kitab suci, semestinya ‘suci’ dari kesalahan, dr perbedaan. Jk tidak ‘suci’ pasti karena campur tangan manusia. Dan itu artinya patut dipertanyakan kesuciannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s