In The Valley of Elah – Resensi Film

inthevalleyofelah_onesheet.jpg

Sudah lama juga saya tidak menulis resensi film. Musababnya ya tidak sempat nonton bioskop :p Karena untuk resensi, saya berkomitmen untuk anti pembajakan. Jadi kalau filmnya baru, saya musti nonton bioskop karena pilihan lain cuma beli DVD bajakan. Jadi, kali ini saya menuliskan soal satu film drama yang buat saya lumayan menarik. Siapa tahu bisa jadi pilihan untuk “nomat” kan?

Film ini berjudul In The Valley of Elah, dibintangi oleh Tommy Lee Jones dan Charlize Theron. Melihat judul dan poster filmnya, saya agak bingung film ini bercerita tentang apa. Selain dugaan film ini berkaitan dengan polisi dengan mengamati adanya mobil patroli polisi sebagai latar belakang dan Theron yang mengenakan lencana di sabuknya.

Pas film dimulai, saya melihat tulisan sepintas di intro “Inspired by True Events”. Dan segera saya tahu, film ini berkisah tentang perang Irak. Agak beda dengan film lain dengan tema serupa, film ini justru hanya menjadikan perang Irak sebagai latar belakang cerita. Karena ternyata film ini memang film tentang polisi yang bekerja menyelidiki pembunuhan. Hubungannya dengan perang Irak adalah karena korban adalah prajurit marinis AS (USMC) yang baru pulang dari menjalankan tugas di Irak.

Ada beberapa hal menarik dalam film ini. Misalnya upaya me-retrieve data termasuk file movie dari handphone korban yang rusak. Lalu scene di dalam barak yang lumayan detail. Penggambaran kondisi korban yang dimutilasi dan dibakar pun cukup bagus sehingga tampak nyata kengeriannya.

Hanya saja ada beberapa kejanggalan. Motif, pelaku, dan kejadian pembunuhannya ternyata tidak serumit bangunan awal filmnya. Juga terasa adanya keterputusan cerita menjelang setengah bagian film. Saya menduga, awalnya skenario film ini tidak seperti yang ditampilkan. Melihat detailnya penggambaran prajurit marinir AS terutama seragamnya (saya penyuka kemiliteran, jadi cukup awas memperhatikan), tampaknya USMC terlibat dalam pembuatan film ini. Minimal, ada personilnya yang bertindak sebagai konsultan. Dan bisa jadi, di tengah upaya AS mempertahankan pasukannya di Irak, penggambaran yang tidak sesuai bisa mengakibatkan demoralisasi prajuritnya. Maka, mungkin akhir ceritanya diubah.

Peran Charlize Theron dan Tommy Lee Jones tidak optimal. Mereka seperti berada di awal karirnya saja karena lemahnya script. Jujur saja, film ini agak membosankan karena banyak dialog. Ketegangan muncul justru saat melihat kondisi korban pembunuhan dan rekaman video handphone korban yang berisi kejadian saat ia bertugas di Irak. Film ini tidak berpretensi menghakimi benar-salahnya tindakan AS di Irak. Melainkan bercerita tentang sisi lain prajurit USMC. Buat saya film ini lumayan menarik karena sejak awal menyajikan potongan teka-teki (puzzle) yang harus dipecahkan. Sayangnya, pemecahannya terkesan terlalu mudah. Jadi, di akhir film saya kembali bertanya, “Udah, gitu doang?”

 

Kunjungi RESENSI-FILM.com untuk membaca resensi lainnya

(klik nama situs di atas)

resensi-film header for lifeschool

 

One response to “In The Valley of Elah – Resensi Film

  1. Ping-balik: In The Valley Of Elah : Resensi-Review Bhayu·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s