Valentine’s Day & Kasih Sayang

Hari ini, 14 Februari, diperingati sebagai Valentine’s Day. Hari yang konon semula merupakan hari peringatan keagamaan ini kemudian terkonversi oleh kapitalisme menjadi sebuah perayaan yang penuh ikon industrialisme. Sama seperti Natal, jeans, rap, hip-hop, dan berbagai bentuk budaya lain, semuanya ternyata terserap kapitalisme dan diubah menjadi pop-culture. Ini menyebabkan kesakralannya menjadi hilang dan semata menjadi ikon industrialisasi.

Tak usah berkerut kening memikirkan soal teori, tapi hari ini memang sudah diterima masyarakat menjadi budaya pop. Karena itu tak perlu pula repot-repot menentangnya dengan mengatakan perayaan Valentine’s Day ini sebagai sebuah perayaan agama. Karena sesungguhnya nilai-nilai agamisnya telah luntur dan diganti dengan nilai lain yang lebih universal: kasih sayang.

Kalau ada yang bilang kasih sayang tak perlu diperingati, mungkin tidak perlu ada kisah kawin-cerai atau anak membunuh bapak dan sebagainya. Kalau ada yang bilang kasih sayang itu setiap hari, saya bisa bilang “ah, teori”. Sama seperti kita harus menghormati pahlawan dalam kehidupan, toh “hari pahlawan” tetap harus ada. Peringatan ini gunanya yang untuk memper “ingat” i. Karena kita sebagai manusia seringkali lupa.

Kasih sayang ada dalam ajaran setiap agama. Tapi kita yang mengaku beragama menolak berkasih-sayang dengan cara yang diajarkan agama yang bukan kita anut. Dulu, saya pun begitu. Saya yang waktu sekolah menengah adalah aktivis keagamaan begitu getol menolak Valentine’s Day ini. Dalilnya apalagi kalau bukan “sesat dan menyesatkan” dan menuduhnya sebagai perayaan agama lain.

Waktu berlalu, dan saya sadar perbedaan antar manusia justru adalah rahmat dari Tuhan. Dalam Islam, Nabi Muhammad SAW bahkan pernah mengundang Yahudi dan Nasrani serta menghadiri perjamuan yang mereka adakan. Ini menunjukkan beliau tidak pilih-pilih dalam membagikan kasih sayangnya.

Dan bagi yang hendak meng”ingat” bahwa hari-hari belakangan ini “kasih sayang” sesama manusia terasa begitu mahal, maka Valentine’s Day layak diperingati. Untuk siapa lagi kita berjuang dalam hidup kalau bukan untuk orang yang kita kasihi? Maka, saya mengajak Anda untuk tidak menunda menunjukkan kasih sayang Anda pada sesama… terutama pada orang-orang terdekat yang kita kasihi.

One response to “Valentine’s Day & Kasih Sayang

  1. Assalamu alaikum,

    Wah agak susah ngomentarin masalah Valentine’s day ini. Kalo kita baca dari berbagai literatur sejarah sih, valentine’s day ini banyak kontroversi,sebagai muslim saya masih setuju bahwa Valentine’s day memang termasuk dalam peringatan agama lain,atau bahkan budaya bangsa lain, kalo kita ambil kaidah “kasih sayang nya” sih boleh banget karena sifatnya yg universal. Gitu deh kira2 harus mensikapinya menurut saya. Wallahu a’lam bishowwab.

    Wassalamu alaikum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s